Perempuan Tani HKTI Kampanyekan Prokes 5M dan Berikan Bansos di Wilayah Jakarta

0
WhatsApp Image 2021-07-28 at 19.02.41 (1)

Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia  (HKTI) turun ke jalan-jalan di  Jakarta. Kehadiran para perempuan ini, untuk  membagikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Gerakan yang bertajuk “Emak-Emak Peduli COVID-19”  ini dilakukan selama empat hari (28-30 Juli 2021) pada masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4

Pada tanggal 27 dan 28 Juli 2021, bantuan telah disebarkan ke sejumlah wilayah seperti di wilayah Tambora, Taman Sari, Menteng, Petamburan dan Tanah Bang. Bantuan yang diberikan berupa  sembako dan masker. Untuk sembako jumlahnya mencapai 1.000 kantong , sedangkan untuk masker sebanyak  10.000 pics.

Tak hanya bantuan, namun Perempuan Tani HKTI juga mengedukasi masyarakat cara memakai masker yang benar.  Saat gerakan  sosial ini dilakukan, banyak ditemukan masyarakat  belum paham cara menggunakan masker yang dapat melindungi dari bahaya virus. 

“Jadi saat gerakan sosial ini berjalan, kita lihat dulu di jalan, jika ada yang berkumpul dan ada yang tidak pakai masker kita datangkan  untuk mengedukasi tentang cara memakai yang benar, setelah kita edukasi baru kita kasih bantuan,” kata Ketua Umum DPP Perempuan Tani HKTI Dr. Dian Novita Susanto saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News, melalui sambungan telepon, Rabu (28/7/2021).

“Mereka cukup patuh memakai masker, mungkin karena akses atas masker  medisnya sedikit  sehingga mereka banyak pakai masker buatan sendiri, bahkan itu kualitasnya tipis banget dan dipakai berulang-ulang,” tambah Dian.

Dian mengungkapkan gerakan ini,  dilakukan untuk membuktikan bahwa perempuan dapat berkontribusi membantu pemerintah dalam menangani pandemi. Pendekatan yang dilakukan perempuan juga lebih humanis,  sehingga masyarakat dapat memahami aturan yang harus dijalankan di masa pandemi ini.

“Biasanya kan yang menjalani pengawasan protokol kesehatan itu kan lebih banyak seperti Satpol PP kan,  dan banyak pengalaman kalau Satpol PP itu untuk menegur sering terjadi salah paham, oleh karena itu kita berinisiasi bagaimana caranya kita ibu-ibu ini ikut turun, karena ibu-ibu sifatnya lebih humanis dan dan berkomunikasi yang baik pada masyarakat. Selain itu,  gerakan ini juga atas instruksi Ketua Umum HKTI Pak Moeldoko, supaya ibu-ibu di HKTI  bisa membantu pemerintah dalam mengkampanyekan prokes 5 M” ungkap Dian.

Dian berharap  dengan gerakan ini, masyarakat dapat terbantu dalam memperoleh informasi  penting tentang prokes 5M dan juga dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Harapannya dengan gerakan ini, kami percaya ini bukan aksi yang besar tetapi kami berharap ada multiplier effect  di sini, jadi selain masyarakat juga teredukasi dengan prokes 5M, tapi sedikit banyaknya mereka juga terbantu. Karena kami juga memberikan sedikit bantuan kepada mereka, jadi paling tidak mereka terbantu juga, bukan hanya dengan prokes tetapi juga dengan bantuan sosial ini,” tutur Dian.

Jika gerakan ini dapat  berjalan efektif,  tidak menutup kemungkinan akan dilakukan gerakan serupa di luar wilayah DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *