Sports

Perkembangan MotoGP di Musim 2018

Grand Prix Commission baru-baru ini mengadakan pertemuan di Motegi dan memutuskan untuk mengubah sedikit perlindungan pebalap MotoGP. Aturan baru telah diputuskan bahwa semua pebalap harus menggunakan baju balap airbag mulai 2018.

Diberitakan Autoevolution, keputusan ini muncul setelah diskusi dengan produsen perlengkapan berkendara yang terlibat dalam kejuaraaan. Penggunaan perlengkapan keselamatan berkantung udara dinilai menjadi langkah cerdas.

Teknologi airbag untuk pemotor dipelopori oleh Alpinestars dan Dainese. Teknologi ini menjadi perlindungan pasif bagi rider ketika terjadi kecelakaan. Jaket berkantung udara secara drastis mengurangi cedera pada tulang selangka dan bahu.

Sistem airbag menggunakan algoritma yang dapat mendeteksi kecelakaan. Kantung udara akan mengembang penuh dan melindungi bagian tubuh pengendara sebelum terjadi benturan. Perlindungan akan menutupi bagian belakang pebalap, dada dan bahunya.

Indonesia di MotoGP 2018

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi dalam suratnya pada 1 Juli 2016 menginformasikan kepada Dorna—penyelenggara MotoGP—mengenai ketertarikan Pemerintah Sumatera Selatan untuk menjadi tuan rumah dalam gelaran MotoGP.

Dalam surat tersebut Menpora juga mengatakan bahwa Sumatera Selatan diproyeksikan akan menjadi tuan rumah pada musim balapan 2018 sampai 2020 dan akan menggunakan Palembang International Circuit sebagai tempat balapan.

Dalam suratnya, Imam Nahrawi juga telah mengatakan bahwa pihak Pemda Sumsel telah mengajukan rencana tersebut ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Mendengar hal tersebut, Dorna mengaku sangat senang untuk menganalisis proyek yang akan dilakukan oleh Pemda Sumsel tersebut. Dorna lagi-lagi meminta dikirimkan masterplan untuk pertimbangan sebagai penyelenggara MotoGP.

“Kami sangat senang dengan ketertarikan Pemda Sumsel untuk menyelenggarakan MotoGP. Kami sangat senang untuk terlibat dalam proyek ini. Kami menunggu masterplan dan juga informasi mengenai perjalanan dan lokasi dibangunnya sirkuit,” tulis Carmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna dalam surat yang dikirim untuk Imam Nahrawi.

Sebelumnya pihak Dorna telah mengatakan bahwa gelaran MotoGP Indonesia 2017 tidak mungkin dilaksanakan. Itu terjadi karena pihak Sirkuit Sentul belum mengirimkan masterplan yang diminta oleh Dorna.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close