Perkuat Akses Ekspor Furnitur ke Amerika, ASMINDO Terima Kunjungan Dubes RI untuk AS di South78
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc., di Kantor Sekretariat ASMINDO yang berlokasi di Gedung South78, BSD, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Kunjungan ini menjadi kelanjutan dari audiensi sebelumnya yang dilangsungkan pada 21 Agustus 2025 antara pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASMINDO dengan Duta Besar RI untuk AS. Dalam pertemuan lanjutan ini, Prof. Indroyono hadir didampingi sang istri, Dr. Ir. Nining Sri Astuti, M.A., yang dikenal aktif sebagai pemerhati sekaligus pembina sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.
Kehadiran Duta Besar RI disambut langsung oleh Ketua Umum ASMINDO, Dr. Ir. Dedy Rochimat, M.M., bersama jajaran pengurus, antara lain Sekretaris Jenderal ASMINDO Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., I.P.U., ASEAN Eng., Wakil Ketua Umum Bidang Pemasaran dan Promosi Luar Negeri Erick Prasetya Luwia, serta Ketua Bidang Promosi dan Pemasaran Luar Negeri William Simiadi.
Pertemuan ini membahas secara lebih mendalam strategi peningkatan ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia ke pasar Amerika Serikat—yang hingga kini masih menjadi salah satu pasar tujuan ekspor terbesar bagi sektor industri kreatif nasional, khususnya produk mebel.
Ketua Umum ASMINDO, Dedy Rochimat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Duta Besar ke kantor sekretariat ASMINDO. Menurutnya, kehadiran Prof. Indroyono merupakan bentuk dukungan konkret dari pemerintah terhadap pelaku industri furnitur nasional.
“Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Bapak Dubes datang langsung ke kantor ASMINDO. Ini bukan hanya bentuk dukungan moral, tetapi juga energi baru bagi kami untuk terus bekerja keras meningkatkan daya saing industri furnitur Indonesia di pasar global, khususnya di Amerika Serikat,” ujar Dedy.
Ia menekankan bahwa untuk dapat bersaing di pasar internasional, pelaku industri dalam negeri membutuhkan dukungan yang menyeluruh, mulai dari pembinaan kapasitas, fasilitasi promosi internasional, hingga pendampingan dalam menghadapi regulasi dan persaingan dagang di negara tujuan ekspor.
“Melalui kolaborasi dengan Kedutaan Besar RI di Washington DC, kami berharap dapat menciptakan program-program nyata yang mendorong pelaku industri, termasuk UKM, naik kelas dan mampu memenuhi permintaan pasar global yang semakin kompleks,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Prof. Indroyono Soesilo, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia, khususnya dari sektor mebel dan kerajinan. Ia menegaskan bahwa Kedubes RI di AS siap menjadi jembatan antara pelaku industri Indonesia dan mitra-mitra bisnis potensial di Amerika.
“Pasar AS sangat besar dan masih terbuka luas untuk produk-produk kreatif Indonesia. Kami di Kedutaan siap memfasilitasi berbagai kegiatan promosi, business matching, pameran, dan kegiatan lain yang bisa membantu membuka akses pasar lebih luas,” ujar Indroyono.
Ia juga mendorong ASMINDO untuk secara aktif menyusun usulan program yang bisa difasilitasi oleh pihak kedutaan. Tidak hanya promosi produk, tetapi juga penguatan branding Indonesia sebagai produsen furnitur berkualitas tinggi dengan nilai budaya yang kuat.
“Silakan ajukan berbagai ide atau program. Kami siap dukung. Tapi jangan lupa, setelah ada kemajuan, beri kami kabar secara berkala agar kami bisa ikut memantau dan memberikan dukungan lanjutan,” tambahnya.
Indroyono juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara ASMINDO dan Kedubes RI di AS tidak boleh berhenti hanya pada tataran wacana, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret, termasuk kemungkinan menyelenggarakan pertemuan lanjutan di Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC.

Pertemuan di Sekretariat ASMINDO ini menghasilkan komitmen kuat antara kedua belah pihak untuk memperkuat sinergi dalam mendorong ekspor nasional. Salah satu rencana tindak lanjut yang dibahas adalah penyelenggaraan forum bisnis atau temu bisnis di Amerika Serikat yang mempertemukan pelaku industri furnitur Indonesia dengan calon pembeli, distributor, dan investor.
Selain itu, ASMINDO juga berencana untuk memperluas jangkauan promosi dengan mengikuti pameran internasional yang difasilitasi oleh KBRI di AS serta menjalin kerja sama dengan diaspora Indonesia di sana sebagai mitra strategis.
Kunjungan ini menjadi tonggak awal dari serangkaian kerja sama yang lebih erat antara ASMINDO dan Kedutaan Besar RI untuk Amerika Serikat. Komitmen bersama yang dibangun diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekspor industri furnitur dan kerajinan Indonesia, serta mendorong kemajuan UKM nasional dalam rantai nilai global.
