Perkuat Branding Pariwisata Lampung, Pemprov Kembali Gelar LKF 2019

0
67617778_372790800091109_2647919244326469632_n

Yuk, kunjungi Lampung di tanggal 23-25 Agustus 2019. Ditanggal itu, pemerintah Provinsi Lampung kembali menggelar Lampung Krakatau Festival (LKF) 2019  yang gelarannya dipusatkan di Kota Bandar Lampung.

Pada Rabu (31/7/2019), event pariwisata yang masuk Calender of Event (CoE) ini diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, gedung Sapta Pesona  Kementerian Pariwisata. Peluncuran dilakukan oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Calendar Of Event   (CoE) Esthy Reko Astuty yang mewakili  Menteri  Pariwisata Arief Yahya dan Wakil Gubernur Lampung  Chusnunia Chalim  serta Kepala Dinas Pariwisata provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan.

Sebelumnya,  kick off launching LKF 2019  telah dilakukan di Jakarta pada Januari 2019 yang lalu sebagai rangkaian untuk  mempromosikan event budaya tersebut.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Calendar Of Event   (CoE) Esthy Reko Astuty  mengatakan  Menpar mengapresiasi penyelenggara yang ke-29 ini. Menurut Esthy, semakin membaiknya unsur 3A (aktraksi, amenitas, dan aksesibilitas) terutama aksesibilitas ditandai dengan mulaiberoperasinya jalan toll trans Sumatera11 (Bakauheni Lampung-Palembang);  bertambahnya dermaga penyeberang ferry eksekutif di Pelabuhan Merak dan Bakauheni;  fasilitas Bandara Raden Inten II menjadi bandara internasional, mempercepat berkembangnya pariwisata Lampung.

“Berkembangnya pariwisata di Lampung tidak lepas dari CEO Commitment  para pimpinan daerah (Gubernur/Walikota/Bupati) Lampung dalam memajukan pariwisata,” kata Esthi yang membacakan sambutan Menpar.

Esthy menyatakan, Gunung Krakatau sangat tepat untuk dijadikan sebagai ikon pariwisata Lampung dan menjadi branding yang mendunia sehingga mudah untuk dipromosikan di dalam negeri maupun mancanegara.  Selain itu pelaksanaan LKF yang berjalanan secara kontinyu setiap tahun dengan jadwal pelaksanaan yang tetap setiap akhir Agustus mempunyai daya tarik tersendiri karena akan memudahkan para traveller  merencanakan liburannya ke Lampung.

“Konsistensi (consistency)  menjadi unsur penting dalam menyelenggaraan 100 event dalam Calander of Event (CoE) selain unsur;  creative value, commercial value, communication value, CEO Commitment,”  ungkap Esthy.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung  Chusnunia Chalim menyatakan penyelenggaraan  LKF 2019 sebagai upaya mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung  sekaligus memperkuat branding Krakatau sebagai salah satu daya tarik dan ikon pariwisata Lampung.

Tahun 2018 yang lalu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Lampung sebanyak 274.742 wisman  dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 13.933.207  wisnus.

“Event budaya LKF 2019 selain mempromosikan branding Gunung Krakatau juga kain tradisional Tapis Lampung sebagai salah satu ikon pariwisata Lampung yang ditampilkan dalam acara Karnsval Budaya dan Tapis Lampung,” kata Chusnunia.

Penyelenggaraan LKF 2019 yang berlangsung selama tiga hari (23-25 Agustus 2019)  menampilkan 4 acara unggulan yakni; dimulai dengan acara Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai sebagai bentuk upacara pembukaan secara resmi Lampung Krakatau Festival 2019. Dilanjutkan dengan Expo Krakatau Lampung berupa bazaar kuliner  dan souvenir  serta pertunjukan kesenian khas Lampung.

Selain itu acara  Trip Krakatau  untuk memperingati peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada 26 Agustus 1883  yang sempat mengguncang dunia.  Trip ini akan membawa para peserta dalam kegiatan tour   dimulai dari  Kalianda ke   Pulau Sebesi (pulau layak huni terdekat di dekat Krakatau )  sebelum akhirnya mencapai Kepulauan Vulkanik Krakatau untuk menjejakkan kaki di Gunung Anak Krakatau yang ‘lahir’ setelah letusan monumental Gunung Krakatau.  Acara LKF 2019 diakhiri dengan kemeriahan Karnaval Budaya yang menampilkan  pertunjukan seni dan budaya, pameran fotografi, serta pertunjukan permainan anak-anak tradisional. Selain itu acara Karnaval Tapis Lampung yang menampilkan daya tarik kain tradisional Tapis  dari berbagai daerah  Lampung .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *