Perkumpulan Pecinta Pariwisata Indonesia (P3I) Menyusuri Jejak Sejarah dan Budaya, Heritage Lasem
El John News, Lasem – Perkumpulan Pecinta Pariwisata Indonesia (P3I) kembali menegaskan komitmennya dalam merawat warisan budaya Nusantara melalui kegiatan Tour Budaya dan Heritage Lasem selama tiga hari dua malam. Kegiatan ini tidak sekadar perjalanan wisata, melainkan ruang belajar yang mempertemukan sejarah, tradisi, dan kebersamaan dalam satu pengalaman utuh.
Rangkaian tour dimulai sejak pagi hari dengan sarapan bersama di Rumah Merah Heritage, disambut suasana hangat kawasan pecinan tua Lasem. Kegiatan pembuka terasa semakin semarak dengan penampilan tari naga dari Batalion TP 888/SS, yang menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa-Jawa yang telah mengakar kuat di Lasem.
Selama perjalanan, peserta diajak menyusuri berbagai titik sejarah dan spiritual, di antaranya Museum Tiga Negeri, kunjungan vokasional Batik Painting, Vihara Ratanavana Arama, hingga Permata di Bukit Hening yang menawarkan ketenangan batin. Jejak akulturasi semakin terasa saat rombongan menyambangi Klenteng Cu An Kiong dan Omah Candu Lawang Ombo, bangunan bersejarah yang menyimpan kisah kelam sekaligus penting dalam perjalanan Lasem pada masa kolonial.
Tak hanya wisata sejarah, kekayaan rasa juga menjadi bagian tak terpisahkan. Peserta menikmati makan siang khas Lasem dengan lontong Tuyuhan, kemudian melanjutkan kunjungan ke Klenteng Gie Yong Bio, yang dikenal sebagai klenteng pahlawan pejuang Tionghoa–Jawa. Perjalanan dilengkapi dengan singgah sejenak di pantai utara Lasem, sebelum santap siang di RM Karuna Joglo yang kental nuansa tradisionalnya.
Ketua Umum P3I menegaskan bahwa setiap program yang dirancang selalu mengedepankan unsur edukasi.
“P3I selalu membuat program kunjungan wisata heritage. Jadi bukan sekadar foto-foto, tapi juga ada keilmuannya. Itu yang selalu kami tekankan,”
Jeffry Yunus, Ketua Umum P3I.
Selama kegiatan, peserta menginap di Rumah Merah Heritage, bangunan bersejarah yang kini menjadi ikon wisata budaya Lasem. Pemilik Rumah Merah Heritage, Rudy Hartono, mengungkapkan perubahan nama tempat tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus pendekatan publik.
“Perjalanannya dulu tidak seperti ini. Awalnya menggunakan nama Tiongkok Kecil Heritage Lasem. Tahun 2019 kami ubah menjadi Rumah Merah Heritage Lasem, karena pelafalannya lebih mudah,”
Rudy Hartono, Owner Rumah Merah
Rangkaian tour ditutup dengan makan malam bersama yang penuh kehangatan. Tahun ini terasa istimewa dengan perayaan ulang tahun ke-80 Ibu Hj. Ai Mulyati, yang dirayakan sederhana namun sarat makna, diiringi nyanyian serta tarian budaya khas Lasem.
Tour budaya ini menjadi bukti bahwa Lasem bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup yang menyimpan sejarah, tradisi, dan nilai kebersamaan lintas generasi. Sebuah perjalanan yang bukan hanya dilihat, tetapi juga dipahami dan dirasakan.
