Pesan Damai Suporter PSS dari Maguwoharjo
KEBERADAAN suporter tak bisa dilepaskan dari sebuah tim sepak bola. Sebagai olah raga paling favorit di dunia, sepak bola mampu membius para pecintanya dari berbagai kalangan maupun usia. Sepak bola menjelma jadi ajang hiburan dalam setiap laga yang disajikannya di atas panggung rumput hijau.
Sepak bola dan suporter dalam perjalanannya melahirkan suatu ‘simbiosis mutualisme’. Tim dan para pemain di lapangan memerlukan dukungan penonton, sedangkan suporter membutuhkan tontonan yang menghibur. Saking besarnya pengaruh penonton dalam suatu pertandingan maka tak heran jika suporter sering disebut sebagai ‘pemain keduabelas’.
Namun sayang kecintaan akan tim kesayangan acap kali melahirkan sikap fanatisme berlebihan yang justru menghilangkan semangat sportifitas sepak bola. Berbagai kericuhan bahkan hingga hilangnya nyawa suporter menambah daftar panjang cerita kelam dunia sepak bola tanah air.
Kasus terakhir dialami Haringga Sirla. Suporter ini harus tewas setelah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan salah satu kelompok pendukung tim di pelataran parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebelum laga Persib Bandung lawan Persija Jakarta digelar, Minggu (23/09/2018) lalu.
Pesan damai ingin disampaikan para suporter PSS Sleman untuk mengutuk tragedi tersebut. Keperihatinan itu ditunjukan saat pertandingan PSS menjamu Kalteng Putra di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (25/09/2018). Para pendukung setia Tim Elang Jawa ini tak menginginkan tragedi seperti itu terulang kembali dan harus segera diakhiri.