Pesta Njuah Njuah Tampilkan Ragam Budaya Hingga Kekayaan Alam

0
njuah3 (1)

Pesta Budaya Njuah-Njuah Dairi 2019 digelar mulai 30 September hingga 3 Oktober 2019 di Lapangan Stadion Panji, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumut. Kegiatan itu menampilkan kekayaan alam dan pertanian dari masing-masing kecamatan, serta penampilan seni kontemporer dari para pekerja seni.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan kegiatan tersebut berlangsung semarak dan penuh persaudaraan. Meski hujan deras dan udara dingin beberapa hari ini menyelimuti lokasi, namun acara tetap berjala  lancar.

“Jadi sebenarnya acara ini dirangkai dengan hari jadi Kabupaten Dairi 1 Oktober 2019. Meskipun sempat hujan, tetapi terlihat dari kirab budaya, dari beragam budaya, tetap semangat melaksanakan kegiatan,” ujar Eddy, Selasa (1/9).
Agenda rutin itu dilaksanakan sejak 1995. Karena itu, dia berharap acara Pesta Budaya Njuah-Njuah itu dapat melestarikan budaya Dairi.

“Kami akan terus berupaya memperkenalkan seni budaya Pakpak di daerah lain melalui berbagai media dan event promosi. Kita ingin bagaimana orang lain senang dan merasa rindu kepada Dairi,” jelasnya.

Terpantau pula, lokasi Pesta Njuah-Njuah diselimuti kabut, sehingga membuat suhu udara di lokasi pesta dingin.
“Selamat menikmati keindahan dan keunikan budaya Tanoh Dairi Kekelengen,” ucap Bupati Dairi, Eddy Berutu, saat mengawali pidatonya.Eddy mengatakan, Pesta Njuah-Njuah tidak menampilkan seni dan budaya Suku Pakpak saja, melainkan juga segala suku yang ada di Kabupaten Dairi.

Keanekaragaman suku dan agama di Dairi, lanjut Eddy, tidak pernah menjadi pemicu gesekan. Menurutnya, keanekaragaman itulah yang justru membuat Kabupaten Dairi unik.

“Saya mencontohkan, Sibah Sada Raban, gendang Suku Pakpak. Terdiri dari sembilan gendang yang berbeda-beda suara, namun perbedaan itu menghasilkan suara yang unik,” ujar Eddy sambil menunjuk properti gendang Sibah Sada Raban yang ada di atas panggung.

Selanjutnya, Eddy menyebut, Pemkab Dairi berkomitmen mendukung setiap kegiatan pengembangan kepariwisataan.

Di lokasi geosite Silahisabungan, lanjutnya, Dekranasda Dairi tengah gencar melatih penenun-penenun ulos Silahisabungan untuk mengembangkan ulos ke arah produk fesyen dan kerajinan tangan lainnya, sehingga nilai ekonomis ulos bertambah.

Sementara itu, mewakili Tokoh Masyarakat Dairi, Raja Arbin Ujung menyampaikan rasa bangga karena Pesta Budaya Njuah-Njuah membangun dan menjaga silaturahmi. Untuk itu diharapkan momentum ini bisa terus lebih baik dan meriah di masa mendatang.

“Kami berharap pemerintah membentuk Perda penggunaan bahasa Pakpak serta pakaian adat dalam satu hari setiap pekan. Dari acara ini terlihat nilai budaya yang luhur. Seperti Persodipen, atau ritual doa nenek moyang kita. Ini wujud dari upaya kita agar kebudayaan Pakpak bisa terpelihara hingga anak cucu kita,” sebut Ujung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *