PHRI Catat Tingkat Okupansi Hotel Naik 90-95 Persen Selama Libur Lebaran

Libur lebaran tahun ini menjadi berkah buat industri perhotelan tanah air. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat tingkat okupansi selama libur lebaran mengalami kenaikan mencapai 90-95 persen. Jika dibandingkan tahun lalu, angka tersebut mengalami kenaikan di kisaran 30-40 persen. Bahkan ada juga hotel di daerah yang tingkat okupansinya tembus ke angka 100 persen.
Sekjen PHRI Maulana Yusran mengungkapkan, selain dikarenakan libur lebaran yang cukup panjang, kenaikan okupansi juga disebabkan karena adanya kebijakan tanpa tes Covid-19 bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi.
“Kemudahan kebijakan tersebut tentu membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik di saat Lebaran, di mana pada tahun 2020 dan 2021 sulit dilakukan mengingat pada saat itu adanya pembatasan pergerakan dan biaya travelling yang juga cukup mahal dengan adanya kewajiban test PCR atau antigen,” ungkap Maulana Yusran, Senin (09/05/2022).
Menurut Maulana, dua tahun tidak diperbolehkan mudik membuat antusias masyarakat begitu tinggi untuk mudik tahun ini, apalagi dibarengi dengan cuti bersama yang dimanfaat banyak masyarakat untuk berwisata. Buka hanya pemudik saja, namun bagi yang tidak mudik juga memanfaatkan momen cuti bersama untuk menginap di hotel sambil menyambagi destinasi yang ada di sekitar hotel.
Libur Lebaran dengan tradisi mudik merupakan momentum terbesar peningkatan okupansi hotel. Untuk lama terjadinya peningkatan okupansi selama libur Lebaran, ini sangat bergantung pada berapa lama pemerintah mengeluarkan kebijakan cuti bersama pada momentum tersebut,” ungkap Maulana.
Meski demikian, PHRI berharap pemerintah tidak hanya melihat pertumbuhan pergerakan saat mudik Lebaran ini dari sisi market atau traffic-nya saja, namun harus dilihat dari permasalahan keuangannya juga. Apalagi selama pandemi, banyak pelaku usaha hotel yang kesulitan cash flow. Bahkan banyak pelaku usaha yang melakukan efisiensi besar-besaran untuk bisa bertahan, sehingga berdampak pada serapan tenaga kerja yang rendah.
“Permasalahan pendapatan selama 2 tahun terakhir tidak akan mudah diselesaikan hanya dengan kebijakan yang dilihat dari kemudahan pergerakan orang saja, namun juga harus dilihat dari aksesibilitas yang tersedia,” kata Maulana.
Tim liputan EL JOHN News sempat meliput salah satu hotel di saat libur lebaran yakni Tirta Sanita Horison Hotel di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, pada Sabtu (07/05/2022). Meningkatnya minat masyarakat yang menginap, sudah terlihat dari kendaraan yang memenuhi area parkir hotel. Selain itu, dari area kolam renang pun terlihat ramai yang mayoritas di nikmati oleh anak-anak.
HR Coordinator Tirta Sanita Horison Hotel Eman Sulaeman mengatakan rata-rata peningkatan okupansi mencapai 90 persen pada libur lebaran.
“Terjadi peningkatan okupansi dimulai dari lebaran kedua. Ini diluar prediksi kita ya, tiba-tiba naik-naik terus, rata-rata 90 persen dari lebaran kedua sampai sekarang di tanggal 7 April,” kata Eman saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News di area hotel
Menurut Eman, okupansi yang meningkat ini terjadi karena Pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik lebaran. Selain itu,pelayanan dan fasilitas yang dimiliki Tirta Sanita Horison Hotel menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk menginap
“Untuk servis, kita menganggap tamu sebagai keluarga. Jadi tidak sampai kendor dalam urusan melayani tamu, kita harus servis sebaik mungkin. Kemudian kita punya view karena di sini kalau cuacanya bagus bakal kelihatan jelas banget, karena kita berada di tengah-tengah puncak Gunung Ciremai. Itu lah yang membuat okupansi kita naik,” ujar Eman.
Tak hanya itu, posisi Tirta Sanita Horison Hotel sangat strategis karena berdekatan dengan destinasi andalan Kabupaten Kuningan seperti pemandian Air Panas Sangkanhurip, objek wisata Cibulan dan Gedung Naskah Linggarjati
Kemudian untuk makanan, Hotel ini tak pernah lepas menyuguhkan makanan khas kuningan antara lain nasi kasreng, golono dan tahu kecap (hucap). Karena itu, masyarakat datang dari luar Kabupaten Kuningan dapat menginap di hotel ini.
Meski terjadi peningkatan, Tirta Sanita Horison Hotel tetap menerapkan protokol Kesehatan bagi para tamunya. Hotel yang telah memegang sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) dari Kemenparaerkaf ini, selalu mengingatkan para tamu untuk mematuhi protocol Kesehatan.
“Kita saling mengingatkan ke tamu-tamu juga bahwa memakai masker tetap penting meski ada tamu yang tidak memakai tapi kita mengingatkan, jadi tolong tamu untuk menjaga prokes,” ungkap Eman.




