Pj Gubernur Sulsel Disematkan Gelar Budaya Daeng Nojeng
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono hadir menerima undangan sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam acara Dialog Kebangsaan dengan tema “Dari Pilkada Damai Sulawesi Selatan 2018 Menuju Pemilu 2019” yang dilaksanakan Projo Sulsel di Hotel Singgasana, Senin (20/8).
Pada kesempatan ini, Sumarsono juga diberikan gelar budaya dengan gelar Daeng Nojeng yang berarti sosok yang menegakkan kebenaran, penyematan topi Makassar (Passapu).
“Saya yakin yang datang disini orang Indonesia, jika dibelah dadanya hanya dua warna yaitu, merah dan putih. Selamat Ultah Indonesia mari kita syukuri sehingga kita bisa beraktivitas,” kata Sumarsono.
Ia datang bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Ia menyampaikan semua kepala daerah harus tetap tegak lurus pada presiden apapun partainya.
“Tugas saya sebagai Gubernur dan Dirjen Otda selalu menekankan ini, hanya ada satu matahari di Indonesia, tugas adalah menjaga marwah Presiden,”
Ia meminta, dialog ini harus fokus menekankan hak dan kewajiban warga bangsa, karena jarang dilakukan hal seperti ini dan untuk itu Ia apresiasi apa yang dilakukan oleh Projo Sulsel.
Hal lain perlu yang perlu ditekankan dalam kontestasi politik adalah bagaimana menekan bahwa lawan politik adalah lawan bermain.
“Dalam kontestasi lawan kita adalah teman bermain, pemahaman ini harus merata di Sulsel,” sebutnya.
Kondisi yang harus diciptakan di Sulsel adalah menciptakan rasa aman, damai dan tentram.
“Saya ingin meninggalkan Sulsel dengan senyuman,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada saat acara akan dimulai, sempat terjadi momen haru dan membanggakan, saat menyanyikan lagu Indonesia Raya pemutar musik tidak berfungsi, akhirnya sekira 15 detik kemudian, para peserta secara bersama-sama menyanyikan lagu tersebut, termasuk Sumarsono.
Diakhir acara Sumarsono memberikan buku “Di Balik Goresan Mars Sulsel” buku kepada Juru Bicara Presiden RI Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin yang kebetulan juga hadir.
