PLTA Batangtoru di Sumatera Utara Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan tiap tanggal 5 Juni, ditetapkan oleh Majelis Umum PBB dan menitikberatkan pada partisipasi semua orang untuk ikut ambil bagian pada proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan gaya hidup yang ramah lingkungan.
PLTA Batangtoru yang akan dibangun dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2022, memanfaatkan kekayaan alam yaitu arus air sungai Batangtoru yang rata-rata berada di sekitar 106m3 /detik dan adanya tebing curam di sepanjang sungai yang membentuk cekungan tajam berbentuk huruf V yang akan menjadi titik di mana bendungan akan dibangun.
Konsep ini dikenal sebagai run-of-river hydropower. Menggunakan konsep ini, bendungan tidak akan memakan lahan besar sehingga lahan-lahan dapat tetap terjaga kelestarian dan keanekaragaman hayatinya.
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLTA Batangtoru ingin berbagi serangkaian gambar yang menceritakan bagaimana tim biodiversitas, yaitu tim pra pembukaan lahan, yang telah bekerja sepenuh hati untuk memantau kondisi ekosistem, pra pembukaan lahan, guna memastikan keamanan dan keselamatan flora dan fauna di lokasi konstruksi PLTA Batangtoru.
“Proyek PLTA Batangtoru ini dirancang sebagai pembangkit listrik yang irit-lahan,” ungkap Agus Supriono, Manajer Humas, PT North Sumatera Hydro Energymengungkapkan. “Proyek PLTA Batangtoru hanya memerlukan seluas 67,7 hektar lahan yang tergenang, selain itu kami juga akan menggunakan 24 hektar lahan lainnya, yang ada di badan sungai,” katanya.
“Berada di lahan berstatus Area Penggunaan Lain (APL), lokasi proyek ini juga sangat menguntungkan bagi kami, dengan adanya tebing curam di sepanjang sungai yang membentuk cekungan tajam berbentuk huruf V yang akan menjadi titik di mana bendungan akan dibangun. Dengan demikian kami masih dapat menjaga lahan-lahan lainnya yang tidak kami gunakan, untuk tetap bertahan seperti sediakala.” tambah Agus.
Dan karena lereng yang curam dan terjal, lahan pertanian menjadi sangat terbatas sekali, sehinggaperubahan perekonomianyang berlangsung di sana, masih bisa ditangani dengan baik.
“Keunggulan lain dari lokasi proyek ini adalah kami tidak harus melakukan relokasipemukiman, karena tidak ada penduduk yang tinggal di sekitar proyek. Tidak ada seorang pun.”ujar Agus.
Hutan Batangtoru yang terletak di sekeliling lokasi proyek PLTA Batangtoru terkenal dengan keindahan dan kekayaan keanekaragaman hayati-nya, proyek PLTA ini akan menjaga dan memelihara lahan di sekitar proyek sebagai lahan penyangga bagi hutan lindung. Sesuai arahan dari IFC Standard, proyek ini juga mengadopsi hirarki mitigasi di mana penghindaran, minimalisasi perubahan bentang alam, migitasi maupun tukar guling (offset)akan diadopsi. Sebuah rencana kerja yang berkenaan dengan Keanekaragaman hayati akan diimplementasikan dengan melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait dan pihakberwenang di daerah ini.
