Prabowo Saksikan 11 MoU Raksasa Rp 600 Triliunan di Washington, Apa Saja Isinya?

0
5212WhatsApp_Image_2026-02-19_at_11.07.30_AM

Presiden, Prabowo Subianto, menghadiri dan menyaksikan langsung penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

El John News-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri dan menyaksikan langsung penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam forum Business Summit yang digelar oleh US-ASEAN Business Council. Agenda tersebut berlangsung di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/02/2026).

Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur dan pengembangan teknologi. Adapun daftar nota kesepahaman yang ditandatangani adalah sebagai berikut:

1. Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;

2. MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla;

3. MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc, ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse;

4. MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;

5. MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;

6. MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;

7. MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;

8. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman;

9. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menilai kesepakatan ini sebagai bukti konkret meningkatnya kepercayaan dunia usaha Amerika terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Kerja sama ini mencerminkan keyakinan mitra internasional terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah akan mengawal agar seluruh komitmen ini terealisasi dan memberi manfaat luas bagi masyarakat

Prabowo Subianto (Presiden RI)

Salah satu kesepakatan penting adalah kerja sama di bidang mineral kritis antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Freeport-McMoRan dan PT Freeport Indonesia. Selain itu, sektor energi turut diperkuat melalui MoU pemulihan lapangan minyak antara Pertamina dan Halliburton.

Di bidang agribisnis, perusahaan Indonesia dan Amerika menjalin kemitraan dalam komoditas jagung dan kapas. Sementara di sektor manufaktur, kerja sama mencakup industri furnitur, etinggalan, sektor teknologi juga mendapat perhatian melalui sejumlah MoU pengembangan semikonduktor dan kawasan perdagangan bebas lintas negara.

Forum bisnis ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik. Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memastikan agar seluruh kerja sama berjalan efektif, transparan, dan mampu meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global.

Momentum tersebut sekaligus menandai babak baru kolaborasi strategis antara kedua negara, dengan fokus pada penguatan rantai pasok, hilirisasi sumber daya, serta transformasi industri berbasis teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *