Presiden Jokowi Ajak Negara di Asia Pasific Kembangkan Pariwisata
Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi mengatakan, pariwisata menjadi salah satu sektor yang diangkat Presiden Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) ke-26 di Port Moresby, Papua Nugini. Kepada sejumlah kepala negara yang menjadi peserta KTT APEC, Presiden Jokowi mengajak negara di kawasan Asia-Pasific untuk ikut mengembangkan pariwisata.
Presiden Jokowi menyebut industri pariwisata memiliki peran penting dalam menumbuhkan perekonomian di kawasan Asia Pasifik. Hal itu terbukti, bahwa pertumbuhan industri pariwisata belakangan ini semakin pesat. Keberadaan industri yang digadang-gadang dapat menjadi industri nomer satu ini, sangat berkortribusi untuk mengdongkrak pertumbuhan ekonomi negara. Bahkan pariwisata menjadi sektor yang paling banyak membuka lapangan pekerjaan.
“Industri pariwisata dunia tumbuh 7 persen atau dua kali lipat dari laju ekonomi dunia yang berkisar 3,5 persen. Bahkan Bloomberg menghitung dalam 15-20 tahun ke depan 1 dari 4 lapangan kerja baru datangnya dari pariwisata. Oleh karena pentingnya Pariwisata di era digital. Karena dengan data-data tersebut menunjukkan pentingnya pariwisata untuk di kedepankan,” ujar Retno menyampaikan apa yang disampaikan Presiden dalam KTT APEC ini.
Retno mengungkapkan, bahwa penjelasan lebih lanjut Presiden adalah keterkaitan pariwisata dengan kemaritiman yang dinilai tak terpisahkan. Negara yang dapat mengembangkan sektor kemaritiman maka negara tersebut juga sukses memajukan pariwisata.
Seperti diketahui negara
-negara Asia-Pasicif merupakan negara kemaritiman, karena sebagian besar wilayahnya adalah lautan. Karena itu, penting bagi negara-negara di Asian Pasicif untuk menaruh perhatian lebih untuk sektor kemaritiman.
“Oleh karena itu, selain ekonomi digital dan kamaritiman, ekonomi maritim juga penting dan APEC ini. 2/3 dari wilayah APEC adalah lautan. Maka Presiden mengusulkan isu pariwisata dan lifestyle sektor dapat masuk agenda APEC pasca Bogor. Karena itu merupakan tren baru,” ungkap dia.
Terakhir, lanjut Retno, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya keadilan dan akses ekonomi bagi negara-negara di dalam kawasan Asia-Pasifik. Dengan demikian, kerja sama ekonomi bisa memberikan keuntungan bukan hanya bagi negara maju, tetapi negara berkembang di kawasan tersebut.
“Presiden juga menyampaikan tentunya dukungan Indonesia terhadap integrasi ekonomi regional yang fokus pada perdagangan bilateral penting sekali. Kemudian menuju kepada free trade area of Asia-Pasific, yang inklusif dan berkeadilan. APEC memiliki peranan yang khusus bagi inkubator gagasan-gagasan baru. Dan sekaligus sebagai pemandu jalan. Dan oleh karena itu Presiden Indonesia berkomitmen untuk mencapai Bogor Goal 2020. Dan mendukung penyusunan visi APEC pasca 2020,” ujar dia.
