Presiden: Kritik Harus Dihormati, Demokrasi Jangan Dibajak Pemilik Modal
Presiden Prabowo Subainto sampaikan amanat di upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor. (Foto: BPMI Setpres)
El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menghormati kritik sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Menurut Presiden, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab menjadi masukan berharga agar pemerintah dapat terus melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai kebijakan demi kepentingan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan demokrasi harus berjalan seiring dengan terjaganya kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. Ia menilai kritik bukan ancaman bagi pemerintah, melainkan instrumen yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita,” jelasnya.
Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa demokrasi harus tetap dijaga dari berbagai upaya yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa. Ia menegaskan jangan sampai demokrasi dimanfaatkan oleh kelompok berkepentingan ataupun kekuatan tertentu yang hanya mengejar keuntungan sendiri.
“Tapi keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing,” ujarnya.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyikapi perbedaan pendapat secara dewasa. Menurutnya, keberagaman pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun tidak boleh berkembang menjadi kebencian maupun perpecahan yang mengancam persatuan nasional.
“Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berdiri di atas nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan pesan khusus kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia meminta Polri terus memperkuat perannya sebagai institusi yang menjaga kualitas demokrasi, sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terpelihara.
Menurut Presiden, Polri memiliki tanggung jawab strategis untuk menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan aspirasi secara damai tanpa mengabaikan penegakan hukum dan ketertiban umum.
“Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara,” ujarnya.