Presiden Luncurkan Food Estate dan Program Taksi Alsintan di Gresik, Jawa Timur

0
WhatsApp-Image-2022-08-22-at-12.18.39-1

Pembangunan lumbung Pangan atau Food Estate terus dilakukan Pemerintah untuk memantapkan ketahanan pangan. Hal itu dibuktikan  dengan diluncurkannya lumbung pangan  di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (22/08/2022).

Presiden mengapresiasi dibangunnya lumbung pangan  berbasis mangga ini. Presiden berharap lumbung pangan tersebut dapat terkoneksi dengan sistem irigasi sehingga dapat mendongkrak produksi pertanian di Gresik.

“Hari ini saya berada Kabupaten Gresik untuk melakukan penanaman mangga di kurang lebih total 1.000 hektare di empat kecamatan. Kita harapkan ini food estate ini, ada yang milik rakyat, ada yang milik swasta dan kita ingin itu terintegrasi dengan embung yang dibangun di sini, ada embungnya, ada food estate-nya, masyarakat bisa dapat, swasta juga bisa bergerak,” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden mengungkapkan mangga merupakan buah yang banyak diminati. Oleh karena itu, lumbung pangan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar baik untuk dalam negeri maupun luar negeri. Diperkirakan tiga tahun kedepan lumbung pangan sudah dapat panen mangga yang berkualitas dan siap dikonsumsi.

Presiden meminta tidak hanya di Gresik namun lumbung pangan yang seruapa dapat dikembangkan di banyak daerah.

“Ke Timur Tengah, ke Cina, ke Jepang, ke Eropa, saya kira banyak permintaan, sehingga ini kita mulai. Nanti tidak hanya di Kabupaten Gresik tapi juga di kabupaten lain yang kira-kira memiliki kondisi lahan marginal yang cocok untuk mangga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden pun meminta agar lumbung pangan dikelola dengan baik dengan kontrol kualitas yang juga baik.

“Saya senang, kelihatan yang sudah tertanam di sini manajemennya sangat baik dan kita harapkan nanti juga ada pendampingan QC (quality control) dari buyer-nya sehingga level kualitasnya akan naik,” ujarnya.

Program Taksi Alsintan

Pada kesempatan ini, Kepala Negara juga meluncurkan program Taksi Alsintan, yang bertujuan untuk menghadirkan teknologi pertanian di tengah-tengah petani dan aksekerasi pemulihan ekonomi di sektor pertanian.

Taksi Alsintan merupakan program penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan kredit usaha rakyat (KUR) dengan pemberian subsidi bunga dari pemerintah.

“Pemiliknya nanti satu, entah kayak ini UD Pesanggrahan, ada UD Dwi Putra Raya dan lain-lain, mereka memiliki alsintannya dan disewakan kepada petani-petani,” ujar Presiden.

Dengan dukungan pendanaan dari perbankan dan subsidi bunga dari pemerintah, Presiden meyakini program Taksi Alsintan ini akan dapat dimanfaatkan oleh para petani.

 “Ini kita coba dan ini saya lihat kalau didukung oleh bunga bank yang rendah, yang kita subsidi, kemudian juga kita beri uang muka yang membantu, ini masih kita akan merumuskan, saya kira akan banyak sekali daerah-daerah, desa-desa, provinsi, kabupaten akan banyak para petani yang mau membeli alat dan mesin pertanian, baik itu rice milling unit (RMU), baik dryer, baik combine harvester, baik traktor dan lain-lain dengan pola Taksi Alsintan,” ujar Presiden.

Presiden juga optimistis dengan penggunaan alat pertanian modern seperti combine harvester dan rice milling unit (RMU) dapat meningkatkan produktivitas petani karena mampu menekan kehilangan atau food loss dalam produksi.

“Kalau kita mau produktif, food loss dari setiap produksi bisa ditekan, karena food loss kita masih tinggi sekali, 12-13 persen,” pungkasnya. (Sumber Setkab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *