Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Investasi Energi Hijau Rp70 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Istana Merdeka (Foto: BPMI Setpres)
El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/02/2026).
Pertemuan tersebut membahas strategi penguatan ketahanan energi nasional melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih sebagai salah satu fondasi utama mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dalam keterangannya kepada media usai pertemuan, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa diskusi bersama Presiden Prabowo menitikberatkan pada peningkatan kapasitas energi nasional guna mewujudkan kemandirian energi sekaligus memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat.
“Saya dengan Solihin baru saja berbicara lama dengan Bapak Presiden didampingi juga oleh Pak Sekneg dengan Pak Seskab untuk meningkatkan kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi. Kita siap untuk, kita sudah membangun 1.500 mega(watt) PLTA ini kita siap membangun lagi 2.000 mega(watt) termasuk juga PLTG,” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, kebutuhan energi Indonesia akan semakin besar seiring ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen. Karena itu, pembangunan infrastruktur energi, terutama yang berbasis energi hijau, menjadi langkah strategis agar kebutuhan sektor industri dan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6 persen, sampai 8 persen itu butuh energi luar biasa banyaknya. Karena itu tanpa energi itu kita akan sulit untuk meningkatkan itu, karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya green energy untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen,” kata Jusuf Kalla.
Ia menegaskan bahwa pengembangan energi hijau tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga mengungkapkan bahwa proyek pengembangan energi yang dibahas diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun. Sejumlah aspek pendukung proyek, mulai dari desain hingga lokasi pembangunan, disebut telah tersedia sehingga proses berikutnya akan difokuskan pada penyelesaian aspek teknis dan percepatan implementasi.
“Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya dan beliau, Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir seperti itu. Karena memang bisnisnya karena investasi,” ujarnya.
Selain membicarakan agenda energi nasional, Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla juga bertukar pandangan mengenai sejumlah perkembangan internasional. Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut antara lain proses perdamaian di Thailand Selatan serta situasi geopolitik yang berkembang di Pakistan dan Afghanistan.
Pertemuan itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan sektor energi sebagai penopang pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
