Presiden Targetkan Bangun 81 Ribu Koperasi Merah Putih, Siap Serap Jutaan Pekerja

0
1159WhatsApp_Image_2026-07-12_at_7.20.07_PM

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kata sambutan pada acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta – Pemerintah menargetkan pembangunan 81.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) sebagai salah satu program strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis desa melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, dan usaha masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target tersebut saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, (12/6/2026). Menurut Presiden, pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan langkah transformasi ekonomi yang dirancang untuk memberikan nilai tambah langsung kepada petani dan nelayan melalui sistem usaha yang terintegrasi.

“Koperasi Merah Putih akan ada 81 ribu. Satu koperasi mempekerjakan 18 orang. 80 ribu kali 18, anda hitung sendiri, satu juta sekian juga lebih,” kata Presiden Prabowo.

Pemerintah menargetkan 1.000 unit Koperasi Merah Putih diresmikan pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan peresmian 25.000 koperasi dalam beberapa bulan berikutnya. Seluruh koperasi tersebut dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi pusat kegiatan produktif masyarakat desa.

Setiap koperasi akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, cold storage, mesin pengering hasil panen, hingga sarana transportasi distribusi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil pertanian dan perikanan sekaligus memperkuat rantai pasok dari desa menuju pasar.

Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber penciptaan lapangan kerja terbesar di Indonesia. Dengan estimasi sekitar 18 tenaga kerja pada setiap koperasi, pemerintah memperkirakan lebih dari satu juta orang dapat terserap dalam operasional Koperasi Merah Putih.

Melalui integrasi dengan program hilirisasi nasional, pemerintah ingin memastikan nilai tambah berbagai komoditas tetap dinikmati masyarakat di tingkat desa. Kehadiran koperasi juga diharapkan memperluas akses petani dan nelayan terhadap pasar, pembiayaan, serta fasilitas penyimpanan yang lebih modern sehingga ketergantungan terhadap tengkulak dapat dikurangi.

Presiden juga menilai pembangunan koperasi dalam jumlah besar merupakan langkah yang belum banyak dilakukan negara lain dalam waktu singkat.

“Coba dibuka dalam sejarah. Saya minta buka dalam sejarah dunia. Ada nggak 25 ribu atau 30 ribu koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun,” ujar Presiden.

Pemerintah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi fondasi baru pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas usaha, dan partisipasi aktif masyarakat, koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *