Prof. Ariawan: Pendidikan Harus Dibekali Integritas dan Soft Skill Untuk Sambut Indonesia Emas 2045

0
STA_9408

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H.,  menyampaikan wawasan penting mengenai pendidikan sebagai fondasi pembangunan manusia dalam konteks persiapan menuju Indonesia Emas 2045.  Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan Prof Ariawan kepada para peserta Seminar Nasional bertajuk “The Power of Rising Star” yang diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia bersama EL JOHN Academy di di Merlyn Park Hotel, Jakarta, Senin (17/11/2025).

“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, fokus utama kita adalah pembangunan manusia atau human resources. Ini menjadi dasar fundamental untuk pertumbuhan ekonomi, sosial, dan politik di masa depan,” ujar Ketua Yayasan Tarumanagara ini.

Ia menekankan bahwa anggaran pendidikan hampir mencapai 800 triliun rupiah, menandakan komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas SDM nasional.

Prof. Ariawan yang juga sebagai w Ketua Majelis Pengawas Pusat (MPP) Notaris periode 2025–2028, menegaskan bahwa pendidikan harus dibarengi dengan integritas dan karakter. “Pendidikan tanpa karakter dan integritas tidak akan optimal. Pendidikan harus menghasilkan legacy yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

 Ia menyebutkan pendidikan sebagai hak konstitusional sekaligus soft infrastructure yang dapat menjadi great equalizer, membuka kesempatan yang setara dalam berbagai bidang seperti ekonomi, hukum, dan politik.

Dalam materinya, Prof. Ariawan menjelaskan potensi bonus demografi Indonesia pada 2045, di mana 70% penduduk berada pada usia produktif. “Ini adalah kesempatan besar jika generasi muda mampu memanfaatkan pendidikan secara maksimal. Bonus demografi akan menjadi energi untuk pembangunan jangka panjang,” jelasnya

. Ia juga menyampaikan bahwa ajang Miss Chinese Indonesia dapat menjadi jembatan bagi finalis untuk meraih beasiswa S1, S2, maupun S3, sehingga pendidikan mereka bisa terus berlanjut hingga tingkat tertinggi.

Selain pendidikan akademik, Prof. Ariawan menekankan pentingnya penguasaan soft skill, bahasa, serta kemampuan digital.

 “Di era sekarang, perusahaan mencari kandidat yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan digital, leadership, dan bahasa yang baik. Para finalis Miss Chinese Indonesia sebaiknya melengkapi diri mereka dengan semua kemampuan ini agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Ariawan menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menanamkan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial bagi generasi muda.

Prof. Ariawan menyampaikan bahwa pendidikan semacam ini menjadi fondasi utama untuk membentuk masyarakat yang demokratis dan berkeadilan. “Pendidikan dengan basis karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial sangat penting. Anak-anak muda yang sekarang memiliki kelebihan masing-masing perlu diarahkan agar bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

Menurut Prof. Ariawan, pengembangan karakter dan tanggung jawab sosial dalam pendidikan tidak hanya membentuk individu yang kompeten, tetapi juga generasi yang mampu berperan aktif dalam masyarakat. Dengan dasar tersebut, generasi muda dapat memanfaatkan kelebihan dan potensi mereka secara maksimal untuk berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Prof. Ariawan menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga pembentukan nilai-nilai etika dan sosial. Dengan demikian, generasi muda akan siap menghadapi tantangan global sambil tetap memegang prinsip-prinsip moral dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan harus menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar bukan hanya pengetahuan, tetapi juga bagaimana menjadi warga negara yang bertanggung jawab, mampu beradaptasi, dan menghargai demokrasi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *