Provinsi Jateng Raih Predikat Juara Umum Kategori Naga Pada Kejurnas Barongsai 2022

0
56634DAD-5F0A-4179-9C8A-1DF98E3A6339

Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih Piala Raja Hamengkubuwono X, setelah menyelesaikan semua pertandingan Kejuaraan Nasional(Kejurnas)  Barongsai 2022 yang dilangsungkan selama tiga hari (7-9 Oktober 2022) di Sleman City Hall, DIY. Piala Raja ini, diberikan kepada Jawa Tengah karena sukses mendulang medali terbanyak yakni dua medali emas dan satu perak.

Medali tersebut, diperoleh Jawa Tengah melalui nomor  Naga Taolu Bebas dan Naga Halang Rintang. Sedangkan satu medali perai didapat dari nomor Naga Kecepatan.

Ketua Umum FOBI Jateng Wong Ronny menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih atlet barongsai Jateng. Ucapan terima kasih pun dilontarkan Roni kepada pata atlet dan pengurus FOBI Jateng atas peran pada Kejurnas Barongsai 2022 ini.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus Pengprov. Terima kasih juga untuk semua rekan atlet Jawa Tengah yang sudah berjuang dengan luar biasa  di saat kami di Pengrpov sendiri masih sangat kurang persiapannya tapi semangat kita yang luar biasa tinggi, saya sangat mengapresiasi seluruh atlet-atlet yang ada di Jawa Tengah,” kata Roni saat diwawancarai tim liputan EL JOHN Media usai menerima Piala, Minggu (09/10/2022).

Roni mengungkapkan prestasi ini, menjadi pemicu semangat para atlet untuk tampil lebih baik di kejuaraan berikutnya. Kejuaraan yang difokuskan Jateng salah satunya adalah Pekan Olahraga Nasional PON XXI yang digelar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Roni mengakui ada tanggung jawab yang berat untuk bisa mengharumkan nama jateng di pesta olahraga nasional itu. Namun Roni yakni dengan semangat yang ditunjukan di Kejurnas Barongsai di Yogyakarta ini, Jateng dapat berbicara banyak di PON.

“Juara umum ini untuk semangat kami, ini masih belum apa-apa, kita punya tanggung jawab yang cukup berat, cukup besar, setelah ini, pasti setiap atlet mengincarnya nanti di acara PON dan itu menjadi Langkah awal barometer kami, dengan persiapan yang cukup baik, seharusnya bisa lebih dari ini dan ini menjadi titik awal kita dan ini sangat membanggakan kami di Pengprov Jawa Tengah,” ungkap Roni.

Menurut Roni untuk meraih capain positif di PON, atlet-atlet Jateng akan menambah porsi Latihan dan juga intens mengikuti kejuaraan lain sebelum PON digelar. Mengikuti kejuaraan lain untuk menghadapi PON dinilai penting untuk mengukur sejauh mana capaian yang diraih para atlet.

“Untuk menambah porsi pasti terus menambah intensitas, pertemuan kami untuk Latihan sudah ckup baik , tapi kualitasnya yang saya pengen menambahkan dari apa yang sudah kita lihat, oh ternyata ada kelemahannya di sini kita harus tingkatkan itu,” tutur Roni.

Lebih lanjut Roni mengatakan FOBI Jateng memiliki program untuk meregenerasi atlet Barongsai. Program tersebut yakni dengan mensosialisasikan olahraga dari negeri tirai bambu ini kepada institusi pendidikan formal maupun non formal.

“Jadi kami di kepengurusan FOBI kami sudah mencoba untuk regenerasi karena kita sadari namanya usia akan bertambah yang kedua kami mencoba masuk ke pondok pesantren  ke sekolah-sekolah umum  swasta maupun negeri untuk untuk memperkenalkan budaya ini adalah budaya etnis Tionghoa, culture Tionghoa tetapi ini, adalah salah satu cabang olahraga,” tutup Roni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *