PSMTI DKI Jakarta Perkuat Peran Sosial: Gelar Aksi Nyata Lawan Stunting di Jatinegara

0
WhatsApp Image 2025-08-06 at 15.46.57

Dalam upaya mendukung pemerintah mengatasi persoalan gizi anak dan mempercepat penanggulangan stunting di Indonesia, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) DKI Jakarta kembali menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi sosial yang konsisten berkontribusi untuk masyarakat luas. Bertempat di Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, PSMTI DKI Jakarta menyelenggarakan bakti sosial khusus untuk anak-anak penderita stunting dan balita bergizi buruk, pada Senin (4/8/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bentuk konkret dari kepedulian mendalam terhadap kondisi kesehatan generasi penerus bangsa. Di bawah kepemimpinan Suwarno Hardjo Setio, PSMTI DKI Jakarta telah menjadikan kegiatan sosial sebagai agenda rutin bulanan dan isu stunting mendapatkan perhatian khusus karena menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka yang mengkhawatirkan, meskipun telah menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Wilayah perkotaan seperti Jakarta pun tidak lepas dari tantangan ini. Beberapa kecamatan, termasuk Jatinegara, masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi anak balita, terutama di keluarga pra-sejahtera.

Melihat kondisi ini, PSMTI DKI Jakarta tidak tinggal diam. Dalam kegiatan baksos kali ini, mereka menyalurkan bantuan berupa 1 ton beras, susu, dan telur. Tiga komoditas utama tersebut diyakini dapat membantu memperbaiki asupan gizi anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan.

Bantuan diserahkan langsung kepada keluarga yang memiliki anak stunting atau mengalami gangguan pertumbuhan akibat gizi buruk. Para orang tua juga mendapatkan penyuluhan singkat mengenai pentingnya pola makan seimbang, kebersihan, serta peran stimulasi dini dalam perkembangan anak.

Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai tokoh penting dari unsur pemerintahan dan PSMTI. Dari pihak pemerintah, hadir Plt. Camat Jatinegara,  Bambang Pangestu dan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Jatinegara,  H. Husein. Kehadiran mereka menandakan dukungan langsung dari pemerintah daerah terhadap inisiatif masyarakat sipil.

Sementara itu, dari PSMTI yang ikut hadir, di antaranya, Ketua PSMTI DKI Jakarta Suwarno Hardjo Setio, Dewan Pembina PSMTI DKI Jakarta Untung Chandra, Sekretaris Jenderal PSMTI DKI Jakarta Edwin Jusuf, serta para wakil ketua  Nicholaus Phang, John Darmansyah, dan  Shanti Suyoso. Turut hadir pula Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PSMTI Kota Jakarta Timur  Suhanda Sutanto beserta jajarannya, serta Ketua PSMTI Kota Jakarta Utara  Muljadi Husen.

Dalam sambutannya, Plt. Camat Jatinegara,  Bambang Pangestu menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi PSMTI DKI Jakarta dalam terlibat aktif membantu masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari PSMTI. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya keluarga-keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan gizi anak mereka. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PSMTI DKI Jakarta Suwarno Hardjo Setio menekankan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan hati untuk turut serta membangun bangsa, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat.

“Kami percaya bahwa setiap anak Indonesia berhak mendapatkan masa depan yang sehat dan cerah. Melalui bantuan ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak, terutama yang berada dalam kondisi rentan, tidak kehilangan kesempatan untuk tumbuh optimal hanya karena kekurangan gizi,” ujar Suwarno.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menyentuh sisi ekonomi dengan pemberian bantuan, tetapi juga mengusung misi edukatif dan persuasif. PSMTI ingin membangun kesadaran masyarakat luas bahwa stunting adalah masalah serius yang bisa dicegah jika semua pihak bekerja sama.

PSMTI DKI Jakarta menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus berlanjut di berbagai wilayah lainnya. Mereka telah menyusun agenda sosial yang menyasar titik-titik rawan stunting dan kemiskinan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Fokus mereka tidak hanya pada penanganan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan kesadaran kolektif untuk menanggulangi masalah sosial secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *