PSMTI Jakbar, Perwanti-PSMTI dan Marga Ho Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Kelurahan Tangki

0
EJN01241

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jakarta Barat bersama Perwanti-PSMTI Pusat dan didukung oleh Marga Ho Jakarta, bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban kebakaran hebat yang melanda Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi, 28 September 2025 ini, menghanguskan sekitar 400 rumah dan menyebabkan lebih dari 300 kepala keluarga atau 1.256 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Bantuan langsung disalurkan pada Rabu, (1/10/2025) atau  tiga hari setelah kebakaran terjadi. Ketua Umum Perwanti-PSMTI Pusat, Helga Abraham, turut hadir dan langsung terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut.

Hadir pula Ketua PSMTI Jakarta Barat sekaligus Ketua Marga Ho Jakarta, Ho Kiky Hosea, bersama jajaran pengurus dari PSMTI Jakarta Barat, Perwanti PSMTI Pusat, dan Marga Ho Jakarta. Penyerahan bantuan ini juga disaksikan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kevin Wun, yang memberikan dukungan penuh atas bantuan yang diberikan.

Bantuan yang disalurkan berupa 380 pasang alas kaki, 90 paket perlengkapan mandi, obat-obatan, dan pakaian yang sangat dibutuhkan oleh para korban kebakaran. Penyerahan bantuan dilakukan  secara simbolis kepada  Ketua RW setempat dan perwakilan dari Kelurahan Tangki.

Setelah penyerahan secara dsimbolis, dilakukan peninjauan ke sejumlah rumah terbakar, termasuk berinteraksi kepada korban kebakaran untuk mengetahui keluh kesah atas musibah ini.

Ketua Umum Perwanti-PSMTI Pusat, Helga Abraham, mengungkapkan bahwa rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama mendorong Perwanti-PSMTI Pusati untuk segera turun tangan membantu warga yang terdampak kebakaran.

“Melihat kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal dan sebagian mengalami luka-luka, hati saya sangat tergerak. Kami segera menyalurkan makanan siap saji, minuman, serta kebutuhan dasar anak-anak agar mereka tetap bisa bertahan di masa sulit ini,” ujarnya.

Helga menjelaskan bahwa respon cepat Perwanti-PSMTI diwujudkan dalam bentuk penyaluran makanan siap saji, minuman, serta berbagai kebutuhan dasar khususnya untuk anak-anak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga bertahan selama masa-masa sulit pasca kebakaran.

Helga juga menekankan bahwa kehadiran Perwanti-PSMTI di tengah masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian warga Tionghoa terhadap lingkungan sekitar.

“Harapannya, mereka tahu bahwa kita sebagai warga Tionghoa tetap peduli dengan masyarakat setempat. Apapun yang dibutuhkan, kita akan datang dan kita akan sediakan untuk membantu warga yang terdampak,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PSMTI Jakarta Barat, Ho Kiky Hosea. Ia menegaskan komitmen organisasi untuk memberikan dukungan nyata bagi para korban kebakaran di Kelurahan Tangki. Bersama Perwanti dan sejumlah marga lainnya, PSMTI Jakarta Barat aktif terlibat dalam rangkaian kegiatan bakti sosial yang bertujuan membantu meringankan penderitaan warga yang terdampak.

“Kita dari PSMTI Jakarta Barat ikut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial mendukung korban kebakaran di Kelurahan Tanki. Tujuan utama kami adalah meringankan beban mereka yang terdampak musibah ini,” ujar Ho Kiky.

Lebih lanjut, Ho Kiky menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Perwanti dan Marga Ho menjadi kekuatan untuk memperkuat bantuan yang diberikan agar dampaknya lebih besar dan dirasakan langsung oleh para korban.

“Kami bekerjasama dengan Perwanti dan marga-marga yang lain agar bantuan ini bisa lebih maksimal dan memberikan perhatian yang lebih besar kepada para korban kebakaran,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mengapresiasi kolaborasi dari semua unsur yang bersama-sama membantu korban kebakaran di Kelurahan Tangki. Politisi PSI ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kebakaran serta kesiapsiagaan semua pihak terkait guna mencegah insiden serupa di masa depan.

Kevin Wu menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk meninjau ulang seluruh proses penanggulangan kebakaran, termasuk kesiapan personil, koordinasi antarinstansi, serta anggaran yang dialokasikan.

“Tentu kami harus meninjau ulang kesigapan dari personil, pihak-pihak yang terkait, dan tentu saja anggarannya,” ujar Kevin Wu.

Ia juga mengingatkan kembali program pemerintah daerah yang menyediakan satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk setiap RT sebagai langkah awal untuk memadamkan api sejak dini.

“Ada program dari pemerintah daerah berupa satu APAR untuk satu RT yang bisa mematikan api ketika titik masih kecil. Tentu itu yang akan kita coba kembali ingatkan program-programnya,” tambahnya.

Selain itu, Kevin Wu berencana membawa isu ini ke dalam rapat komisi yang menangani musibah kebakaran untuk mereview dan memperkuat langkah-langkah antisipasi ke depan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *