CultureHealthy Life

PSMTI Mengajak Seluruh Masyarakat Bersatu Untuk Mengatasi Pandemi Covid-19

Guna menghadapi pandemi global Virus Corona atau Covid-19 yang sedang melanda Indonesia, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menghimbau semua pihak untuk bijak dalam menghadapi bencana ini.

Ia pun tidak lupa menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Menurut David Herman Jaya itu semua hanya akan memperkeruh keadaan. Masyarakat hanya perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak salah dalam mengambil keputusan.

“Hadapi semua dengan bijak. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah,” kata Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Sebelumnya, di Kepulauan Riau, PSMTI bekerja sama dengan berbagai organisasi memberikan polymerase chain reaction (PCR) 5.000 pieces, alat proteksi diri (APD) 10.000 pieces, alat rapid test, masker, sarung, dan sepatu bot untuk digunakan dalam mengatasi pandemi Covid-19. Semua alat itu diberikan kepada pemerintah setempat.

“Misalnya, yang dilakukan di Kepulauan Riau, PSMTI bekerja sama dengan berbagai organisasi dengan memberikan Polymerase Chain Reaction (PCR), 5.000 pieces Alat Proteksi Diri (APD) 10 ribu pieces, alat rapid test, masker, sarung dan safety boots untuk digunakan kepada pemerintah daerah,” ujar David Herman Jaya.

Ia menambahkan, ada juga PSMTI Sumatera Selatan yang juga telah berkoordinasi dalam membuat perencanaan untuk pengadaan pembelian alat proteksi diri (APD), serta asupan gizi untuk para dokter dan perawat yang bertugas menangani Corona.

Sementara itu, David berharap pengusaha bisa menjaga ketersediaan pasokan. Situasi seperti ini harus dilihat sebagai sarana untuk memupuk sarana solidaritas, tidak mencari keuntungan, serta mengatasi kelangkaan barang dan tetap menyediakan barang dengan harga terjangkau.

“Pengusaha harus peduli dengan situasi perekonomian Indonesia. Bersatu dan bersama-sama, kita pasti bisa mengatasi Covid-19,” ujarnya.

Terkait masalah peribadatan, lanjut David, dalam menghadapi ritual sembahyang kuburan (Cheng Beng). Ia menyarakankan agar PSMTI Provinsi melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Misalnya, selalu memperhatikan sosial distancing (menjaga jarak), hal ini bukan berarti mengecilkan ritual yang sudah berumur ribuan tahun tapi demi keselamatan diri dan orang lain. Ritual sembahyang juga bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada,” jelas David.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close