PSMTI Temui Kepala Staf Presiden, Serahkan Undangan Rakernas XXI dan HUT ke-27
Dalam semangat mempererat komunikasi dan membangun sinergi kebangsaan, jajaran Pengurus Pusat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) melakukan audiensi resmi dengan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia (KSP RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anto Mukti Putranto, di Kantor KSP RI, Jakarta, Senin (8/9).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, bersama sejumlah pengurus pusat PSMTI, di antaranya Peng Suyoto (Sekretaris Umum PSMTIHusin Widjajakusuma, Bendahara Umum); Teguh Kinarto (Ketua Dewan Kehormatan PSMTI sekaligus Ketua Panitia Rakernas XXI dan HUT ke-27) dan Ricky Suharlim (Dewan Penasihat PSMTI).
Dalam pertemuan tersebut, PSMTI secara resmi menyerahkan undangan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XXI dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 PSMTI yang dijadwalkan akan berlangsung pada 23–25 Oktober 2025 di Provinsi Jawa Timur.
Pertemuan berlangsung hangat dan sarat makna, membahas berbagai isu strategis terkait peran komunitas Tionghoa dalam pembangunan nasional, inklusivitas sosial, serta kontribusi PSMTI dalam memperkuat persatuan bangsa melalui kegiatan sosial dan budaya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, menegaskan bahwa Rakernas XXI bukan hanya forum internal organisasi, tetapi juga merupakan ajang strategis untuk memperkuat sinergi antara PSMTI dan pemerintah pusat.
“PSMTI berdiri di atas prinsip kebangsaan, kemanusiaan, dan keindonesiaan. Dalam Rakernas nanti, kami akan membahas arah strategis kontribusi PSMTI dalam pembangunan sosial, ekonomi, hingga budaya yang inklusif,” ujar Wilianto Tanta.

Ia juga menambahkan bahwa Rakernas kali ini akan dihadiri oleh perwakilan PSMTI dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, sehingga menjadi momentum penting dalam menyatukan visi dan langkah ke depan.
Senada dengan itu, Teguh Kinarto, Ketua Panitia Rakernas XXI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PSMTI, menekankan bahwa forum nasional ini merupakan bentuk kontribusi nyata PSMTI dalam menjalin hubungan yang erat dengan pemerintah dan elemen bangsa lainnya.
“Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PSMTI dan pemerintah dalam berbagai program pembangunan, khususnya yang menyentuh langsung masyarakat. Kami berharap kehadiran Kepala Staf Presiden dan pejabat negara lainnya dalam acara nanti dapat memperkuat semangat kebersamaan,” ujar Teguh.

Sementara itu, Letjen TNI (Purn.) Anto Mukti Putranto menyambut positif undangan dan rencana kegiatan yang disampaikan PSMTI. Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat menghargai kontribusi komunitas Tionghoa Indonesia, khususnya dalam mendorong semangat toleransi dan keberagaman.
“Kami melihat PSMTI sebagai mitra strategis dalam membangun karakter bangsa yang inklusif dan toleran. Pemerintah sangat terbuka terhadap masukan serta kolaborasi nyata dari seluruh elemen masyarakat, termasuk PSMTI,” ujar Anto Mukti Putranto
Ia juga menyampaikan komitmen Kantor Staf Presiden untuk terus membuka ruang dialog dengan organisasi kemasyarakatan lintas latar belakang, guna mendorong terciptanya kebijakan yang inklusif dan representatif.

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi sosial yang dilakukan PSMTI menjelang Rakernas XXI, yang akan mengangkat tema besar “Bersama Merawat Kebangsaan, Menguatkan Persatuan”.
PSMTI yang berdiri sejak tahun 1998 kini memasuki usia ke-27. Dalam perjalanan panjangnya, PSMTI terus menunjukkan komitmennya dalam membangun harmoni antarkelompok masyarakat, mengedepankan nilai kebangsaan, serta mendorong partisipasi warga Tionghoa dalam pembangunan nasional secara aktif dan inklusif.
