PT TWC Dukung Pabbaja Samanera Sementara di Candi Borobudur

0
639d4a90cddd7

Sebanyak 500 umat Buddha mengikuti Pabbaja Samanera Sementara di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai 15-26 Desember 2022. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya dari Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Semua peserta adalah laki-laki berusia 12-65 tahun.

Pabbajja berasal dari bahasa Pali, atau dalam bahasa Sanskertanya disebut Pravaraja. Artinya, meninggalkan kehidupan berumah tangga/tak berumah tangga, dalam pengertian Dhamma disebut meninggalkan keduniawian. Sedangkan kata Samanera atau Sramanera dalam bahasa Sansekerta berarti bhikkhu muda. Secara literal berarti ‘samana kecil’, atau petapa kecil, atau calon bhikkhu. Kalau wanita disebut Samaneri.

“Pabbajja Samanera, berarti latihan meninggalkan kehidupan duniawi dengan menjadi petapa kecil/calon bhikkhu. Sedangkan kata Sementara, karena latihan ini dibuat untuk sementara waktu yakni 10 hari,” papar Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) Agus Jaya, Sabtu (17/12/2022).

Ketua Panitia Pabbajja Samanera Sementara 2022, Fatmawati mengatakan bahwa umat Buddha di Indonesia menjadikan kegiatan ini sebagai motivasi bangkitnya moral spiritual. “Seperti kita ketahui, kehidupan sekarang dipenuhi dengan berbagai masalah dan gejolak, semua itu muncul dari kemunduran moral dan spiritual,” ungkapnya.

Menurut dia, Candi Borobudur adalah salah satu saksi kemajuan moral spiritual masyarakat nusantara di masa lampau. Melalui pelatihan ini pula, umat Buddha diharapan tidak hanya mampu berlatih untuk diri sendiri, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri, menjadi komunitas masyarakat yang tercerahkan, yang jauh dari perbuatan-perbuatan melawan hukum, yang tumbuh dalam cinta kasih dan mampu merawat kebinekaan.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko selaku pengelola destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, turut mendukung penyelenggaraan kegiatan Pabbaja Samanera di kompleks Candi Borobudur. Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono mengatakan bahwa agenda ini merupakan simbol mewujudkan harmony in diversity dalam rangka mendukung pengembangan spiritual tourism di kawasan Candi Borobudur.

“Guna mendukung program Pemerintah dalam aktivasi penyelenggaraan kegiatan keagamaan di destinasi Candi Borobudur, kami membuka ruang bagi saudara-saudara kita Umat Buddha. Bukan hanya kegiatan keagamaan, namun juga pelatihan dan pendidikan moral serta spiritual. Sebagaimana Candi Borobudur ini merupakan simbol toleransi beragama di Indonesia, bersama-sama kita wujudkan harmoni dalam kebhinekaan serta bersinergi dalam rangka pengembangan spiritual tourism di kawasan Candi Borobudur,” pungkas Edy Setijono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *