Headline NewsPageantsTourism

Putra Putri Binaan Yayasan EL JOHN Indonesia Dukung Program WFB

Putra Putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia mendukung  program Work From Bali (WFB) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digagas Pemerintah untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif  (parekraf) di Pulau Dewata dari dampak pandemi Covid-19.

Dukungan ini diantaranya disuarakan oleh Putri Pariwisata Indonesia 2020 Jessy Silana Wongsodiharjo. Wanita cantic berusia 25 tahun ini, optimis program tersebut mampu menggairahkan kembali sektor parekraf di Bali.  Dipilihnya Bali sebagai tempat bekerja ASN sudah tepat, pasalnya Bali menjadi industri pariwisata terbesar di negeri ini. Artinya, segala fasilitas tersedia mulai dari akomodasi, transportasi maupun infrastruktur.  

“Pada dasarnya Bali itu sangat mendukung dan sudah memadai. ASN yang kerja di Bali tidak akan khawatir terhadap fasilitas yang ada ya, di Bali semua tersedia, bahkan dengan kerja di Bali dapat mengoptimalkan kinerja ASN,” kata Jessy saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News, Selasa (8/6/2021).

Menurut Jessy, program ini dapat menjadi semangat baru bagi ASN untuk bekerja, karena sambil bekerja para ASN dapat menikmati keindahan alam Bali.

“Selain semangat, dari situ  juga ASN mendapatkan pengalaman baru, network baru dan pekerjaan baru. Mungkin nanti ada yang kerja di hotel, ada yang kerja di restoran atau ada yang beberapa kerja di kantor Pemerintahan,” ujar Jessy.

Selain Jessy, Putri yang mendukung program ini datang dari Afida Salsabila Azzahra (Putri Pariwisata Nusantara 2021). Kepada tim liputan EL JOHN News, Afida mengatakan sudah saat Bali kembali seperti sedia kala yakni yang ramai akan wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), karena itu untuk mewujudkan itu semua perlu kehadiran program WFB ini.

“Seperti yang kita ketahui Bali sangat berdampak yang awalnya pertahunnya bisa membawa atau mendatangkan para wisatawan mancanegara datang ke Bali itu lebih dari 4 juta per tahunnya. Tetapi karena adanya pandemi Covid-19 sangat terasa Bali bukan Bali seperti yang kita kenal dulu. Lalu adanya program ini Afida harap bisa membangkitkan kembali ekonomi yang ada di Bali,” ungkap Afida.

Wanita berparas ayu kelahiran Blitar, Jawa Timur ini berharap kepada Pemerintah untuk menerapkan program ini di daerah lain yang memiliki potensi kuat di sektor pariwisatanya.  “Jika program ini sudah terbukti efisien di Bali maka program harus dijalankan di daerah yang unggul di pariwisatanya,” ucap Afida sembari mengatakan yang pastinya selama menjalankan program ini harus mematuhi protokol kesehatan

Hal senada juga disampaikan Galih Yoga Saputro (Putra Pariwisata Nusantara 2021). Galih menilai program tersebut dapat memberikan dampak positif  terhadap perekonomian masyarakat sekitar, khususnya adalah UMKM.  Galih berharap program ini tidak  hanya digelar di destinasi familiar yang ada di Bali namun juga destinasi yang tersembunyi, agar semua masyarakat Bali dapat merasakan dampak dari program tersebut.

Jika berhasil dampak dari program ini bisa lebih ke kunjungan wisatawan ke Bali dan juga pendapatan masyarakat Bali-nya. Jadi nantinya bukan hanya kerja, tetapi bisa jadi ASN dapat belanja souvenir yang ada di Bali.  Adanya program ini juga membuktikan bahwa Bali aman, namun tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga diri,” kata Galih.

Saat ditanya apakah program ini perlu dijalankan bagi pegawai swasta, Galih mengungkapkan perlu kajian lebih matang lagi jika harus dijalankan para pegawai non ASN. Kajian itu lebih kepada anggaran,  karena tidak semua perusahaan memiliki modal yang cukup untuk mengirim pegawai kerja di  Bali.

“ Menurut saya nantinya harus ada pertimbangan. Sebenarnya kalau bicara stimulus boleh aja dari Pemerintah harus dipertimbangan karena menurut saya nantinya takut ada keluhan karena perjalanan ke Bali itu tidak murah, apalagi setahu saya biaya hidup di Bali saat ini cukup besar ya mulai dari makannya, tempat menginapnya. Jadi memberikan stimulus itu harus dipertimbangkan, misalkan harus ada syarat bagi perusahaan swasta yang ikut program ini,” kata Galih.

Seperti diketahui, Pemerintah akan meluncurkan program WFB ini pada bulan Juli 2021 secara bertahap. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala  Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sebelum dicanangkannya program tersebut telah dilakukan beberapa kajian dengan menyinkronkan data di lapangan.  

“Kami bergerak dengan data, Wisatawan Nusantara yang datang ke I Gusti Ngurah Rai pada Januari 2.500 kunjungan. Dan perhari ini, kunjungan ke Bali meningkat 3 kali lipat menjadi 7.000- 7.500. Di kuartal pertama, Bali masih minus 9,8 persen dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sudah membaik. Namun Bali masih terkontraksi terlalu dalam. Kebijakan ini terus kita persiapkan di kuartal ketiga akan kita luncurkan secara bertahap dimulai dengan Kementerian dan Lembaga,” jelas Menparekraf.

Menurut Menparekraf, tidak menutup kemungkinan setelah Bali, ada destinasi lain yang menjadi tuan rumah untuk program ini. Konsepnya mengikuti pola kebiasaan bekerja baru atau remote working yang dipopulerkan dengan konsep digital nomad.

“Kunci kesuksesannya bukan hanya keindahan alam yang cantik dan pengelolaan yang baik. Tapi juga layanan jaringan internet yang mumpuni. Kami berharap akan lahir program-program work from anywhere lainnya,” tutup Sandiaga.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close