Putri Pariwisata Nusantara 2021 Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Yang Sedang Jalani Isoman
Putri Pariwisata Nusantara 2021 Afida Salsabila Azzahra merasakan sulitnya beraktivitas saat menjalani isolasi mandiri (isoman). Afida tidak dapat beraktivitas seperti biasa untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Wanita cantik asal Blitar, Jawa Timur ini terpapar Covid-19 pada tanggal 2 Juli 2021.
Beruntung gejala yang dirasakan Afida tidak terlalu berat, sehingga Afida memutuskan untuk isoman di rumah. Meski di rumah, aturan isoman tetap ditegakan oleh Afida, agar tidak terjadi penularan kepada orang terdekat, seperti kedua orangtuanya.
Biasanya aktivitas yang dilakukan Afida tidak pernah berhenti, apalagi Afida merupakan duta wisata yang tugasnya tidak terhitung untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata. Namun di saat menjalankan isoman, aktivitas tersebut harus terhenti sementara.
Selain itu, Afida juga tidak diperbolehkan untuk berinteraksi sama siapapun termasuk keluarganya. Hari-hari sepi ini harus dijalani Afida selama isoman.
“Waktu isoman, badan Afida lemas, buat aktivitas sulit, meski ada orangtua Afida merasakan kalau mau makan, mau ambil minum atau kebutuhan yang lain itu, benar-benar sulit, terus Afida bayangin bagaimana untuk masyarakat yang lain yang sedang isoman atau ada satu keluarga semuanya melakukan isoman lalu mereka mendapatkan makanan itu dari mana, “ kata Putri Binaan Yayasan EL JOHN Indonesia ini, saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News, Jumat (30/7/2021).
Berangkat dari pengalaman inilah, Afida terpanggil untuk membantu masyarakat yang sedang menjalani isoman. “Afida kan sudah berjanji, kalau sembuh nanti bakal kasih bantuan, berupa apa, berupa makanan dan vitamin. Afida ingin bantu orang-orang yang ada di luar sana yang lagi isoman untuk sedikit meringankan beban mereka, karena Afida merasakan isoman di rumah itu kaya bagaimana, tidak bisa beraktivitas,” ujar Afida.
Setelah sembuh, Afida membuat pamflet yang isinya menerima data masyarakat yang sedang menjalani isoman untuk diberikan bantuan. Selain pamphlet, Afida juga mensosialisasikan niat tulusnya ini ke media sosial. Alhasil hampir setiap hari, Afida menerima data tersebut dan langsung ditindak lanjuti Afida dengan mengirimkan bantuan berupa.
Untuk data yang diberikan, Afida mencantumkan sejumlah syarat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Syarat tersebut yakni mencantumkan hasil tes swab antigen dan PCR.Untuk melancarkan distribusi bantuan-bantuan tersebut, Afida tidak sendirian, ia dibantu oleh sejumlah temannya.
“Teman-teman tawarkan diri untuk bantu tenaga mengantarkan bantuan ke masyarakat, karena teman tidak dapat membantu dalam bentuk materi. Afida terima kasih banget kepada teman-teman yang mau membantu aksi sosial ini, tanpa kalian aksi ini tidak dapat berjalan,” ucap Afida.
Afida mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan masyarakat yang sedang menjalani isoman. Perhatian pemerintah itu dirasakan Afida saat mencari obat. Saat itu obat yang dicari Afida di sejumlah apotik kosong dan akhirnya Afida memanfaatkan program telemedicine yang digulirkan pemerintah. Telemedicine adalah pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh
“Afida menilai perhatian pemerintah tidak akan hilang terhadap masyarakat yang sedang menjalani Afida melihat pemerintah cukup memperhatikan ya kepada masyarakat yang sedang melakukan isoman, Alhamdulillahnya disediakan, Afida dapat obat, karena itu susah banget kalau kita cari sendiri setelah mengajukan dengan program yang dibuat pemerintah yakni layanan konsultasi secara online. Kalau kita tidak memanfaatkan sayang banget, karena kita cari obat sendiri itu susah. Di hari pertama, mau cari vitamin itu di tujuh apotik tidak ada, terus tau ada program pemerintah akhirnya manfaatkan itu, Alhamdulillah akhirnya dapat menerima obat-obatan,” jelas Afida.
Afida mendorong masyarakat yang sedang menjalani isoman dapat memanfaatkan secara maksimal program pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19. Program pemerintah harus dimanfaatkan dengan baik karena tanpa bantuan dari pihak lain termasuk pemerintah akan sulit menjalani isoman,” ujar Afida.
Seperti diketahui. Isoman menjadi salah satu yang diperhatikan pemerintah dalam penanganan pandemi ini. Hal ini dilakukan untuk mencegah meningkatnya tingkat kematian akibat isoman. Selain program telemedicine, pemerintah juga memperbanyak tempat isoman terpusat di berbagai daerah. Berbagai tempat isolasi terpusat tersebut telah dilengkapi dengan perangkat pendukung operasional yang memadai, termasuk tenaga medis, obat-obatan, hingga kegiatan treatment yang bertujuan demi pemulihan pasien.
