Rahmat Aming Lasim Ajak Finalis P3N 2022 Promosikan Pariwisata Indonesia kepada Warga Mesir
Para finalis Putra Putri Pariwisata Nusantara 2022 mendapat pembekalan mengenai hubungan Indonesia dan Mesir pada kegiatan karantina virtual yang disampaikan DR. Rahmat Aming Lasim, MBA selaku Diplomat Ahli Muda di KBRI Kairo, ,Mesir. Materi yang disampaikan tersebut lebih menekankan pada kerja sama Indonesia dan Mesir di sektor pariwisata.
Rahmat menjelaskan, bahwa kerja sama sektor pariwisata kedua negara terus ditingkatkan, hanya saja saat pandemi melanda dunia, kerjasama tersebut sempat terhenti. Kerja sama yang dilakukan meliputi promosi destinasi wisata, budaya maupun kesenian.
Berdasarkan catatan KBRI Kairo jumlah wisatawan Mesir ke Indonesia pada tahun 2019 atau sebelum pandemi, mencapai 18.705 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 18,1 persen dibandingkan tahun 2018. Paling banyak warga Mesir memilih Bali sebagai destinasi wisatanya. Hal tersebut dikarenakan warga Mesir lebih mengenal Bali dibandingkan daerah lain di Indonesia.
“Banyak sekali mereka yang tidak mengenal Indonesia. Ketika ditanya nama Indonesia mereka tau tapi disaat ditanya pariwisata Indonesia mereka menjawab Bali. Jadi di Mesir itu Bali lebih terkenal di daerah lain di Indonesia,” kata Rahmat.

Rahmat mengajak para finalis Putra Putri Pariwisata Nusantara 2022 membantu mempromosikan destinasi lain yang ada di Indonesia kepada warga Mesir . Hal ini penting agar destinasi lain juga dapat dinikmati keindahannya oleh wisatawan Mesir. Tak hanya destinasi wisatanya, namun beragama budaya di Indonesia juga ikut diperkenalkan di Mesir
“Ini menjadi PR bagi kita semua termasuk putra-putri wisata, untuk ikut membantu mempromosikan budaya Indonesia dan pariwisatanya di mancanegara termasuk di negara Timur Tengah.
“Saya hampir 15 tahun 20 tahun di Timur Tengah. Jadi saya tahu, mereka tidak memahami secara utuh Indonesia. Mungkin di Eropa, di Amerika Mereka banyak tahu tentang Indonesia. Tapi ketika di Timur Tengah mereka tidak tahu sama sekali mengenai budaya Indonesia, yang mereka tahu Indonesia sudah negara mayoritas muslim,” tambah Rahmat.
Menurut Rahmat promosi pariwisata Indonesia ke Mesir belum tertata dengan rapi. Kebanyakan warga Mesir datang ke Bali berdasarkan informasi dari saudara maupun kerabatnya. Hal ini yang perlu diperkuat agar warga Mesir dapat mengenal lebih luas tentang Indonesia.

“Sebenarnya orang Mesir juga ada banyak yang berwisata ke Indonesia Namun demikian infonya tersebut adalah lebih kepada info yang dari mulut ke mulut. Bukan info yang terorganisir dengan baik itu, bukan informasi yang dipublikasikan secara luas, seperti di media, medsos dan lain-lain, tapi ini lebih kepada informasi yang didapatkan keluarganya temannya dia dan lain-lain sehingga mereka lebih apa namanya lebih memahaminya secara parsial.” terang Rahmat.
Sementara itu, untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang plesiran ke Mesir, menurut Rahmat jumlahnya semakin meningkat. Mesir diketahui sebagai negara yang banyak menyimpan wisata sejarah seperti situs kuno perjalanan Islam di Mesir

“WNI yang berkunjung ke Mesir memiliki tiga tiga tujuan antara lain yang pertama menuntut ilmu di Universitas al-azhar. Saat ini ada sekitar 10000 mahasiswa dan pelajar Indonesia di Mesir. Yang kedua wisata mengunjungi museum, piramida, Sphinx situs kuno dan bersejarah. Dan yang ketiga tentunya ini ada wisata religi di mana masjid juga memiliki mesin-mesin dan sejarah makam-makam para nabi ulama-ulama ada juga khusus untuk umat Kristiani juga ada di gereja gereja bersejarah,” tutur Rahmat.
