Raih Realisasi Investasi Tertinggi, Aceh Banyak Dilirik Investor

0
02money.img_assist_custom-780x478

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh menggelar “Aceh Investment Forum-Trade Tourism and Investment 2017” di Jakarta, Kamis, 16 November 2017. Acara ini dibuka oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong sekaligus menjadi pembicara kunci.

Thomas mengapresiasi realisasi investasi yang dihasilkan negeri serambi Mekah itu. Catatam BKPM, realisasi investasi di Aceh selama lima tahun terakhir berjumlah Rp 21 triliun. Jumlah itu diperoleh dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Untuk PMA, negara yang menjadi penyumbang investasi terbanyak di Aceh yakni Tiongkok dan Malaysia.

Menurut Thomas hasil memuaskan ini pantas diraih Aceh, karena kegigihannya dalam mempromosikan potensi investasi kepada para investor.“Aceh itu adalah berlian tersembunyi, baik prestasi maupun potensinya,” ujar Thomas Lembong yang pernah menjabat Menteri Perdagangan.

Pernyataan yang sama juga disampaikan pengusaha nasional James Riyadi. James yang diundang sebagai pembicara ini mengatakan Aceh memiliki wilayah yang sangat strategis dan cocok untuk mengembangkan usaha. Karena itu, James yang notabennya sebagai CEO Lippo Group ini, mengaku akan mendirikan rumah sakit dan usaha jasa di Aceh.

Lebih lanjut James menyarankan agar Aceh melibatkan para pengusaha lokal yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk lebih intens mempromosikan potensi investasi. “Harus ada satu proyek bersama yang melibatkan pengusaha lokal dan juga pengusaha Aceh di Jakarta,” ujar James.

Pengusaha lainnya dari Francis, Aquo Energy, juga menyatakan berminat masuk ke bidang pembangkit listrik tenaga angin. Kepala (DPMPTSP), Ir Iskandar MSc menyatakan, sudah bertemu langsung dengan pengusaha Aquo Energy dan sudah menyampaikan permohonan.

Sementara itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memastikan saat ini Aceh sudah aman dan nyaman untuk dijadikan tempat berusaha. Bahkan Irwandi berani menjamin jkeamanan untuk para investor yang menanamkan modalnya di Aceh.

“Aceh salah satu daerah paling aman di Indonesia,” katanya berpromosi. Ia juga menjanjikan kemudahan perizinan dan Pelayanan yang cepat kepada calon investor. “Apabila persyaratan sudah lengkap, hanya dibutuhkan waktu tiga jam untuk mendapatkan izin,” ujar Irwandi

Saat ini di Aceh seluruhnya perizinan dan Pelayanan sudah ditangani satu Pontianak. Tidak lagi berbelit-belit dan rumit. Ia minta para bupati dan walikota juga memastikan hal serupa dalam memberikan pelayanan dan perizinan.

Irwandi menjelaskan dari segi investasi ada empat sektor yang menjadi prioritas di Acen, yakni agroindustri, infrastruktur dan energi, pengembangan pariwisata, serta pengembangan kawasan.

Bidang agroindustri industri, menurut Irwandi, Aceh didukung sumber daya alam yang cukup besar. Salah satunya adalah sawit. Aceh sekarang ini menjadi salah satu produsen sawit terbesar di Indonesia. “Tahun lalu saja, lebih dari 1,9 juta ton Crude Palm Oil (CPO) telah dihasilkan dari perkebunan Sawit milik perusahaan dan masyarakat. Saat ini Aceh memiliki 45 perusahaan CPO. Kami mengundang Saudara untuk membangun hilirisasi industri sawit,” ungkap Irwandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *