“Raihan Satu Gelar di India Open 2018 Dirasa Cukup Realistis”
India Open 2018 BWF World Tour Super 500 tengah berlangsung sejak 30 Januari hingga 4 Februari 2018. Sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia tengah berlaga di ajang tersebut, meski jumlahnya tidak banyak.
Salah satu penyebabnya adalah karena waktunya yang cukup berdekatan dengan Badminton Asia Team Championships (BATC). BATC akan digelar pada 6 hingga 11 Februari 2018.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti menyatakan, PBSI tidak berharap banyak dari India Open. Raihan Satu gelar dirasa sudah cukup realistis.
Susy juga menegaskan bahwa target satu gelar itu tak harus datang dari pemain unggulan saja. Namun mantan pebulu tangkis tunggal putri menegaskan bahwa satu gelar tersebut bisa datang dari nomor mana saja.
“Karena kejuarannya berdekatan dengan Badminton Asia Team Championships, maka kami hanya mengirim wakil di sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Kami lebih banyak mengirim ganda campuran karena mereka kan tidak ikut BATC. Untuk di ganda putra, ada beberapa yang berangkat untuk kepentingan poin menuju All England dan Indonesia Open,” jelas Susy, mengutip dari laman resmi PBSI.
“Atlet-atlet sudah tahu targetnya masing-masing, tentunya kami mau yang terbaik. Target kami satu gelar dulu, tidak mau muluk-muluk, dari sektor apa saja, mudah-mudahan bisa lebih,” tambah Susy.
Dalam ajang ini, salah satu pemain unggulan Indonesia di nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, memutuskan untuk mundur. Namun India Open 2018 ini menjadi ajang pertama bagi pasangan yang sempat bercerai pada 2016 yakni Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Keikutsertaan Hendra/Ahsan di India Open 2018 diharapkan bisa membuat pasangan tersebut kembali tampil solid kembali. Sebab, Hendra/Ahsan akan kembali memperkuat Indonesia di ajang sekelas Piala Thomas dan Asian Games sebagai ganda kedua setelah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
“Ini jadi turnamen internasional pertama buat Hendra/Ahsan, kami berharap mereka bisa menyatu seperti dulu. Kami persiapkan mereka untuk mengatur peta kekuatan di Piala Thomas dan Asian Games. Kami mencari ganda kedua yang kuat, stabil yang betul-betul bisa diberi tanggung jawab dan lebih yakin. Di Piala Thomas kami butuh pasangan yang betul-betul solid. Kalau yang ragu-ragu, tidak percaya diri, masih on-off-on-off, susah juga ya,” tutup Susy