Rayakan HMPI, Pemkot Bogor Tanam 800 Pohon di Bantaran Cisadane
Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang diperingati setiap tanggal 28 November, Wali Kota Bogor, Bima Arya, menanam pohon kenari di samping bantaran sungai Cisadane, jalan raya Bogor Nirwana Residence, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (28/11/2018) pagi.
Pada acara peringatan HMPI ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor setidaknya telah menanam sebanyak 800 pohon dari berbagai jenis yang ditanam di bantaran sungai Cisadane. Kegiatan penanaman pohon tersebut dimaksudkan Bima sebagai ajakan agar seluruh lapisan masyarakat di Kota Bogor menggalakan kembali penanaman tanaman-tanaman khas Bogor.
“Dalam memperingati hari menanam pohon saya minta mari kita galakan kembali menanam pohon-pohon atau tanaman khas Bogor. Saya rindu melihat pohon kenari memenuhi jalan-jalan di Kota Bogor. Kalau orang Bogor tau masa kecil kita sama semua, pulang sekolah pasti memungut buah kenari, nah kita ingin itu kembali,” ujar Bima dalam sambutannya.
Bima juga menginginkan Kota Bogor menjadi lebih cantik dengan adanya tanaman seperti bunga Sakura asal negara Jepang. Jadi bukan hanya tanaman hias atau pepohonan buah saja yang terlihat di sudut perkotaan.
Tidak hanya di peringatan HMPI saja, Wali Kota Bogor juga menghimbau kepada siswa siswi yang lulus sekolah untuk mengikuti gerakan satu siswa satu pohon. menurut dia, program ini bisa berdampak positif bagi lingkungan di Kota Bogor dan bumi tercinta ini.
“Saya ingin mengingatkan kepada teman-teman DLH atas beberapa hal kaitan kesepakatan. Kita harus memastikan adanya kebijakan yang konsisten dan terintegrasi terkait penanaman pohon, seperti kebijakan kepada siswa-siswi yang lulus untuk menanam pohon tiap siswa. Saat ini perkembangannya bagaimana, kalau ini konsisten setiap pelajar naik kelas menanam pohon itu pasti akan luar biasa dampaknya bagi bumi kita ini,” pintanya.
Acara ini juga diikuti oleh sejumlah ASN Pemerintah Kota Bogor dan Wakil Pimpinan DPRD Kota Bogor sekaligus aktivis lingkungan Heri Cahyono.
