Resmi Diluncurkan, Buku”Teladan Bijak Kelola Susut dan Sisa Pangan” Jadi Langkah Nyata Menuju Ketahanan Pangan

0
WhatsApp Image 2024-10-23 at 13.21.37

Dalam memperingati Hari Pangan Sedunia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), bersama Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) meluncurkan  buku berjudul “Teladan Bijak Kelola Susut dan Sisa Pangan” pada Selasa (22/10/2024),

Acara peluncuran yang dihadiri  sejumlah kepala daerah ini, terselenggarakan berkat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan Pangan Nasional, dan diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya mengurangi masalah susut dan sisa pangan di Indonesia.

Buku setebal 141 halaman ini, terdiri dari beberapa bagian yang mendalam, menyoroti praktik-praktik yang telah berhasil diterapkan oleh berbagai kelompok masyarakat. Ini termasuk komunitas peduli pangan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) inovatif, pemerintah daerah, serta sektor rumah tangga.

Setiap bagian buku berisi contoh-contoh konkret yang memberikan wawasan baru mengenai bagaimana pengelolaan susut dan sisa pangan dapat dilakukan secara efisien. Dengan cara ini, diharapkan buku ini dapat memberikan panduan praktis dan inspiratif bagi masyarakat luas dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ketua JP2G  Dr. Soenan Hadi Poernomo berharap kehadiran buku ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi susut dan sisa makanan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena penyelesaian kasus ini harus melalui kolaborasi.

“Saya melihat banyak masyarakat yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya mengurangi susut dan sisa pangan. Oleh karena itu, kita perlu melakukan lebih banyak edukasi dan sosialisasi. Buku ini adalah langkah awal, dan kami juga bisa memanfaatkan media massa serta media sosial untuk menyebarkan informasi,” kata Soenan saat diwawancarai tim EL JOHN Media.

Hal senada juga disampaikan Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional Nita Yulianis. Saat menjadi narasumber talk show, pada acara peluncuran ini, Nita mengatakan upaya pengurangan susut dan sisa pangan dapat dilakukan dengan pendekatan yang sederhana namun efektif. 

Menurut Nita, ada dua strategi utama yang diterapkan oleh Badan Pangan Nasional untuk menangani masalah ini.

“Pendekatan yang kita lakukan disebut clean track approach. Pertama, kami fokus pada pencegahan dan pengurangan melalui kampanye sosialisasi dan advokasi. Semua orang harus tahu bahwa boros pangan bukanlah budaya yang seharusnya ada di Indonesia,” ujarnya.

Nita menekankan bahwa mengubah budaya membutuhkan waktu dan usaha yang terus-menerus, sehingga pihaknya terus mendorong kesadaran akan pentingnya pengelolaan pangan yang bijak.

 Strategi kedua yang diterapkan adalah fasilitasi aksi. Menurut Nita, aksi nyata dapat berbuah efektif dalam mengurangi susut dan sisa pangan. Oleh karena kolaborasi Pentahelix yang melibatkan lima elemen penting yakni  akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, serta media harus diperkuat.

“Kami selalu menggandeng kelima elemen ini untuk bekerja sama dalam menciptakan kesadaran dan tindakan nyata di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pangan Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas Ifan Martino mengungkapkan langkah-langkah strategis yang diambil untuk mengurangi susut dan sisa pangan di Indonesia. Dalam pernyataannya, Ifan menekankan pentingnya dua dokumen acuan yang menjadi dasar bagi kementerian dan pemerintah daerah dalam merancang rencana kerja mereka.

“Di antara aktivitas yang kami usung adalah mengurangi Food Loss Analyst. Kami telah menyusun dua dokumen penting yang akan menjadi acuan, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan agenda transformasi sistem pangan kita secara global. Kedua dokumen ini akan berfungsi sebagai landasan dan panduan bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyusun dokumen rencana mereka,” jelas Ifan.

Dia menekankan bahwa RPJMN akan memberikan kerangka kerja yang jelas bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan pangan, serta memastikan bahwa upaya pengurangan susut dan sisa pangan menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan nasional.

“Dengan adanya acuan yang jelas, diharapkan setiap instansi dapat berkontribusi secara efektif dalam mencapai tujuan tersebut,” harap Ifan.

Pada acara peluncuran ini, digelar pengumuman pemenang Lomba  Penulisan Cerita Best Practice Pengurangan Susut dan Sisa Pangan yang telah diselenggarakan sebelumnya.  Selain itu, acara ini juga akan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam penanggulangan susut dan sisa pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *