Resmikan Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek II, Presiden Ingin Keluhan Macet Hilang

0
Peresmian-Tol-Japek-II

Usai melakukan pelepasan ekspor perdana Isuzu Traga di Kabupaten Karawang, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  langsung menuju Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Di lokasi itu, Presiden meresmikan  Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, tepatnya di  KM 38 Cikarang, Kamis (12/12/2019).

Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi pembangunan ruas tol  ini, yang sesuai target. Presiden menyebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan kontraktor, PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk  (Kerjasama Operasi), sukses merampungkan pembangunan ini.

Pembangunan tersebut, diakui Presiden tidak mudah, karena proses pembangunan dilakukan di tengah padatnya kendaraan yang melintasi tol Cikampek, belum berbarengan dengan pembangunan LRT dan kereta cepan Jakarta-Bandung yang beringan.

“Sehingga bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan karena berada di tengah lalu lintas yang sangat padat. Bayangkan, ada 200.000 kendaraan yang lalu lalang per hari, mondar-mandir sangat padat dan pembangunannya ada di atasnya,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden,  jalan tol layang ini, merupakan harapan masyarakat yang jenuh akan kemacetan.  Presiden mengaku sering mendapat laporan banyak keluhan masyarakat yang melintasi tol Cikampek, sebelum adanya jalan tol layang ini.Keluhan itu, adalah kemacetan yang berjam-jam dirasakan masyarakat. 

Presiden pun optimis kehadiran jalan tol layang tol tersebut, dapat mengurangi kemacetan hingga 30 persen. “Kita harapkan dengan selesainya Jakarta-Cikampek II Elevated ini persoalan itu sudah tidak kita dengar lagi,” kata Presiden.

Rencananya jalan to layang ini akan dioperasikan pada 15 Desember 2019. Kendaraan yang melintas akan digratiskan hingga akhir Desember tahun ini  sehari menjelang tahun baru 2020.

Jalan Tol Layang Japek berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh terutama golongan I dan II menggunakan Tol Layang Japek. Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga.

Proyek pembangunan Jalan Tol Layang Japek dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk  (Kerja sama Operasi dengan biaya konstruksi sebesar Rp 11,69 triliun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *