Riau Akan Jalin Kerja Sama Dengan Malaysia Untuk Kembangkan Wisata Halal
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memanfaatkan posisi Malaysia di Global Muslim Travel Indeks (GMTI) untuk menjalin kerja sama pengembangan pariwisata halal. Seperti diketahui, posisi negeri jiran di GMTI berada di posisi teratas bersama Indonesia.
Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pembukaan rute penerbangan merupakan salah bagian yang akan dikerjasamakan.
“Menurut GMTI Malaysia juga sudah ditetapkan sebagai tujuan wisata halal terbaik dunia bersama Indonesia, karena itu kami harap Riau dapat menjalin kerja sama, salah satunya dengan rencana rute penerbangan Malaysia Airlines dari Kuala Lumpur-Pekanbaru,” katanya Rabu (15/5/2019).
Kerja sama ini, akan meraih prospek yang baik, pasalnya Riau Riau dan Kepulauan Riau berada di posisi ketiga untuk tujuan wisata halal terbaik dunia, setelah Lombok, dan Aceh, berdasarkan data GMTI.
Menurut Syamsuar, kondisi ini menjadi peluang emas untuk meningkat kunjungan wisatawan ke Riau. Karena itu, Riau akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk menggandeng kerja sama dengan berbagai maskapai dari Malaysia.
Adapun menurut data pemprov, angka kunjungan wisman di daerah itu pada 2018 mencapai 145.935 orang, naik dari sebelumnya di 2016 yang sebanyak 66.130 orang, dan 2017 yang sebanyak 91.484 orang. Sedangkan di Malaysia menurut data Tourism Malaysia menargetkan kunjungan wisman sebanyak 36 juta orang pada 2020 mendatang.
Sebelumnya Pemprov Riau menyambut baik rencana dibukanya jalur penerbangan Kuala Lumpur – Pekanbaru oleh maskapai Malaysia Airlines tahun ini.
Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pihaknya mendapatkan informasi rencana itu dari konsulat Malaysia di Pekanbaru.
“Kami senang dengan rencana rute penerbangan Pekanbaru- KL oleh Malaysia Airlines ini, kami harap mendongkrak kunjungan wisatawan,” katanya.
Dari pemaparan konsulat Malaysia kepada pemprov, saat ini proses dibukanya rute penerbangan antar negara itu sudah pada tahap pengajuan perizinan di Kementerian Perhubungan.