Ribuan Masyarakat dan Wisatawan Sambut Kedatangan Obor Asian Games di KEK Mandalika

0
mandalika1532503364

Setelah Bali, kirab obor Asian Games 2018 dilangsungkan di Pantai Kuta Park, Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) Mandlika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedatangan api obor Asian  Games di Lombok Internasional Airport (LIA) pada Rabu pagi, 25 Juli 2018, disambut pejabat Pemprov NTB dan Pemda Lombok Tengah. Seperti di daerah lain, di Lombok kedatangan obor Asian Games juga mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel Polri dan TNI.

Tak lama tiba di LIA, obor Asian Games dibawa ke Pantai Kuta Park, KEK Mandalika. Di kawasan ini, kedatangan obor disambut ribuan masyarakat setempat, wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Para masyarakat dan wisatawan terlihat memenuhi lokasi yang dijadikan kirab obor.

Tak hanya masyarakat dan wisatawan, sejumlah tarian tradisional  juga iku tarian tradiosional Asih Trasne dari pelajar di Lombok Tengah serta tontonan seni tradisional, Presean yang dimainkan oleh penari dari sanggar Mertak mi.

Direktur Konstruksi dan Operasional PT Indonesia Tourism Development Corporation atau PT ITDC Ngurah Wirawan yang ikut menyambut, berharap kehadiran obor Asian Games di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mampu mem-branding wisata olahraga kawasan itu.

“Harapan kita dengan kehadiran obor Asian Games di Mandalika, menjadikan kawasan ini bukan sekedar wisata pantai tapi juga wisata olah raga bagi masyarakat setempat dan wisatawan,” kata Ngurah Wirawan di sela acara penyambutan obor Asian Games 2018 di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mandalika, Rabu, 25 Juli 2018.

Untuk itu, katanya, ke depan pihaknya akan membangun zona olah raga di kawasan itu. Sebab, Mandalika memiliki garis panjang pantai yang bisa dijadikan area olah raga air dan jalan panjang untuk maraton, seperti yang akan dilaksanakan pada September 2018, yakni TNI Maraton.

“Oleh karena itu, ke depan kami juga ubah konsepnya menjadi wahana wisata olahraga, karena kami punya track untuk laying paralayang, water sport dan surfing. Lima atau sepuluh tahun ke depan Mandalika juga dikenal sebagai tempat wisata olahraga,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *