Rokok dan Pulsa Ikut Sumbang Angka Inflasi

0

 

Pengeluaran untuk rokok, baik rokok filter maupun rokok kretek dan pengeluaran untuk tarif pulsa, ternyata masih menjadi faktor penyumbang angka inflasi di bulan Februari 2017. Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan rabu (1/3/2017), angka inflasi bulan februari mencapai 0,23 persen. Angka ini lebih rendah dibanding Januari sebelumnya yang mencatat inflasi mencapai 0,97 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode Januari, namun secara year on year inflasi tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pengeluaran untuk rokok berkontribusi menaikan angka inflasi di angka 0,02 persen. Sedangkan untuk pengeluaran tarif pulsa memiliki andil besar menambah jumlah inflasi sebesar 0,05 persen.
Sejak beberapa bulan lalu, sensitivitas tarif pulsa terhadap inflasi terus menguat. Pada November 2016, harga pulsa menyumbang inflasi mencapai 0,02 persen. Sementara itu pada Desember 2016 lalu, saat inflasi nasional 0,42 persen, kontribusi harga pulsa mencapai 0,05 persen. Titik tertinggi terjadi pada Januari 2017, kontribusinya mencapai 0,08 persen.
Faktor yang paling besar mendongkrak angka inflasi, yakni pengeluaran masyarakat untuk tarif listrik yang mencapai 0,11 persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *