Headline NewsPageants

Safira Reski Ramadhanti Petik Pengalaman Berharga Selama Karantina Miss Earth 2020

Karantina Miss Earth 2020 telah dimulai pada 21 September 2020 dan dilangsungkan secara virtual. Untuk kontes paling bergengsi di dunia ini, Yayasan EL JOHN Indonesia menunjuk  Safira Reski Ramadhanti Rumimper (Miss Earth Indonesia Eco Lifestlyle 2019 dan Social Daring 2019) untuk mewakili Indonesia.  Hingga berita ini dimuat, sudah tiga kali karantina dijalani oleh wanita cantik kelahiran Palopo, 12 Januari 1998 itu.

Tim liputan El John News berkesempatan untuk mewawancarai Fira  terkait perjalanannya selama karantina dilangsungkan. Fira mengaku banyak ilmu yang didapatkan dari  pembekalan saat karantina, seperti tentang isu lingkungan hidup yang terjadi di berbagai negara. Selain itu, fira juga mendapat kenalan baru sesama para finalis lainnya yang berasal dari negara –negara lain.

Bahkan perkenalan dengan  sesama finalis dituangkan ke dalam acara yang bertajuk ‘Getting to Know You”.  Acara perkenalan  sangat bermanfaat bagi Fira karena dapat memperbanyak networking atau jaringan yang kelak dapat berguna untuk hal-hal kebaikan.

Tak hanya itu, di saat perjalanan karantinanya, Fira juga menunjukan bakat menarinya. Bakat menari Fira ini ditampilkan dalam acara Talent Show. Dalam acara Talent Show ini para finalis diminta untuk menampilkan keterampilannya dalam berseni atau bekreasi melalui video rekaman. Untuk Fira, tarian yang ditampilkan adalah tarian tradisional asal Minahasa yaitu Kabasaran.

“Menurut Fira tarian kabasaran memiliki arti seorang pejuang yang dimana Fira kaitkan penampilan Fira dengan advokasi Fira juga untuk menjadi pejuang lingkungan. Sebernya niat fira sih untuk lebih memberikan pesan dibalik tarian dan untunglah dapat Fsampaikan dengan baik apa maksud Fira pada saat ditanya di live interview kemarin,” ujar Fira.

Fira mengaku senang  selama menjalani karantina virtual ini. Karantina yang diselenggara berbeda ini,  ternyata lebih banyak keuntungan yang dipetik Fira .

“Dengan adanya virtual seperti ini juga kita bisa mengambil keuntungan dalam mempersiapkan segala persiapan bisa lebih maksimal lagi, bedanya pasti banyak banget ya yang Fira rasa berbeda juga kita ga bisa saling tatap satu sama lain siapa aja saingan kita, jadi kalau dari Fira sendiri menghadapinya ya dengan cara memaksimalkan seluruh penampilan di setiap tahap,” kata Fira.

Kendati dilakukan secara virtual,  Fira menyebut interaksi sesama finalis tetap terjalin, bahkan lebih intens pasalnya kondisinya berbeda, jika dilakukan secara tatap muka, setiap hari finalis bertemu di suatu tempat, namun untuk karantina virtual ini, lebih melibatkan teknologi komunikasi.

Bahkan  komunikasi jarak jauh ini membuat Fira dekat dengan  salah satu finalis karena memiliki hobi yang sama. Tak hanya berbicara tentang hobi, namun di kesempatan itu dimanfaatkan oleh Fira untuk memperkenalkan Indonesia baik dari segi pariwisatanya maupun seni dan budayanya.

“Sekarang Fira juga paling deket itu dengan Miss singapore karena kita punya hobby yang sama main game maka sering kami main game bersama terus juga sama miss Ghana yang sering-sering  juga kita chattingan saling komentar penampilan kita masing-masing. Dan kesempatan juga sih waktu di sesi getting to know you itu kita memperkenalkan pariwisata negara kita masing-masing.  Kemarin Fira sempat presentasi tentang indahnya pariwisata Indonesia seperti di Bali dan Lombok,” terang Fira.

Dihadapan juri, Fira mengaku memberikan penampilanya secara maksimal.  Penampilan yang ditunjukan Fira ini dituangkan ke dalam video. Di sinilah Fira dituntut untuk bisa kreatif agar video yang ditampilkan dapat perhatian dari para juri. Menurut Fira, karantina harus dijadikan modal  meraih nilai yang banyak untuk membantu di saat grand final nanti.

“Sebisa mungkin fira berusaha untuk berpenampilan agar terlihat eye catching di camera, setelah itu barulah Fira memberikan penampilan mulai dari video yang di kumpulkan membuat video itu semakin unik agar juri dan penonton merasa terhibur dan tidak bosan saat melihatnya setelah itu baru lah public speaking dan intelegence yang Fira tunjukan,” ungkap Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Terbuka Indonesia itu.

Di akhir wawancara dengan tim liputan El John News, Fira memohon doa dan dukungan kepada masyarakat Indonesia di saat grand final yang dilangsungkan pada tanggal 29 November 2020. Meski perjalanan ke grand final masih panjang, namun persiapan menuju puncak kontes itu sudah dilakukan Fira mulai dari sekarang.

“Tapi dengan waktu yang cukup ini pastinya fira mempersiapkan yang utama adalah kesehatan mental dan kesehatan fisik sehingga sampai hari H semua bisa berjalan dengan  baik, dengan belajar menambah ilmu dan bahasa Inggris ditambah dengan kegiatan-kegiatan  advokasi yang terus menerus  Fira jalankan tentunya harus optimis untuk memberikan tempat terbaik lah untuk Indonesia,” tutup Fira

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close