Sambut HUT Jatim ke-74, Ribuan Warga Meriahkan Pesta Rakyat

0
HUT Provinsi Jatim

Ribuan orang dari sejumlah daerah menghadiri pesta rakyat dalam rangka Hari Jadi Ke-74 Provinsi Jawa Timur (Jatim) di depan Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu malam (13/10/2019). Dalam Pesta Rakyat tersebut menyuguhkan juga kuliner gratis untuk para warga yang hadir.

HUT Provinsi Jawa Timur ke-74 tahun ini mengambil tema “Semangat Nawa Bhakti Satya, Untuk Jawa Timur Maju dan Sejahtera”.

Pihak panitia Pesta Rakyat menyiapkan 50 ribu makanan gratis khas Jawa Timur bagi para pengunjung. Tidak hanya menyediakan makan gratis saja, acara tersebut juga dimeriahkan beberapa artis ibukota seperti grup musik lengendaris Godbless. Kemudian ada Kla Project dan Eva Cilia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandai pembukaan pesta rakyat tersebut dengan memotong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur di Hari Jadi Ke-74 Provinsi Jatim.

“Mari selalu jaga persaudaraan, jaga persatuan dan kesatuan agar Jatim selalu aman serta damai,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Image result for hut provinsi jatim 2019

Selain itu, Khofifah pun berpesan agar masyarakat Jawa Timur terus merawat dan menjaga persatuan, persaudaraan, serta kerukunan.

“Jawa Timur harus menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh warga bangsa yang beraneka suku, agama, budaya, tradisi, dan adat istiadat. Karena Jawa Timur adalah bagian integral NKRI sehingga kemajemukan, kebhinnekaan, dan keragaman harus dijaga agar berseiring secara harmoni sesuai bhakti ke – 9 Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Harmoni,” ungkap Khofifah.

Menurut Khofifah, sekalipun terjadi gesekan akibat perbedaan pendapat dan pandangan di masyarakat hendaknya tidak diperuncing dan dibesar-besarkan. Sebaliknya, prinsip tabayyun harus senantiasa dikedepankan agar terhindar dari upaya pecah belah dan adu domba dari pihak yang tidak ingin Indonesia maju.

Upaya pecah belah itu, salah satunya dilakukan dengan menyebar fitnah, berita bohong, dan provokasi melalui berbagai kanal informasi. Semburan fitnah, kabar bohong, dan provokasi yang massif tersebut jika tidak disaring maka akan berbuntut pada konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau suasana Jawa Timur tidak aman dan kondusif maka akan merugikan seluruh pihak. Aktivitas ekonomi, pendidikan, pemerintahan, kesehatan, dan lain sebagainya juga ikut tersendat. Kalau seperti itu dapat menghambat kemajuan Jawa Timur . Ini yang harus kita pahami bersama,” ujarnya.

Masih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timu harus menjadi contoh bagaimana modernisasi dan pembangunan berjalan serasi dengan akar kebudayaan masyarakat Jawa Timur yang penuh gotong royong,toleran, santun, dan juga agamis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *