Sang Saka, Pentas Teater Wujud Terima Kasih Bagi Bangsa & Veteran Indonesia

0
WhatsApp Image 2016-10-31 at 09.47.50

Mengambil momentum yang bertepatan dengan perayaan Sumpah Pemuda pada sehari sebelumnya (28/10), pentas teater Sang Saka dilaksanakan pada hari Sabtu (29/10) bertempat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta.

Pentas teater Sang Saka yang diadakan oleh Yayasan Teater Keliling ini benar-benar mendapat apresiasi dari para generasi muda Indonesia, terbukti dari 80% penonton pentas ini yang didominasi oleh anak muda.

Terlebih lagi ada banyak suntikan darah segar dalam pementasan yang disutradarai oleh Rudolf Puspa ini, banyak pemain-pemain teater yang masih berusia belia tapi sudah mampu menjiwai peran masing-masing dalam plot cerita yang sangat menggugah ini.

“Kita campurkan antara pelakon senior dengan yang muda-muda supaya lebih segar, dan semangat yang muda-muda ini bisa menular kepada yang lainnya. Dan terbukti sukses.” kata Rudolf Puspa sang sutradara pentas Sang Saka ini saat diwawancarai Eljohnnews.com sesusai acara.

Dihadiri oleh para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) acara ini memang didedikasikan pula kepada para pejuang-pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia ini. Menariknya beberapa perwakilan veteran ini pun turut ikut dalam pentas yang menceritakan detik-detik menjelang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Veteran ini punya andil besar untuk bangsa kita, kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari kerja keras dan air mata mereka, sepantasnya kita menyajikan pementasan yang didedikasikan kepada para veteran bangsa ini.” Ujar Rudolf.

Pentas ini dibuka dengan dialog antara Rudolf Puspa dengan Dery Syrna terkait masa muda mereka yang pernah merasakan asmara di tengah medan peperangan. Alur yang berjalan santai juga jenaka ini benar-benar mampu membawa suasana menjadi lebih cair guna masuk ke dalam plot cerita yang sesungguhnya.

Cerita tentang 3 anak muda yang bersahabat tapi berkarakter unik yaitu Komer, Kor dan Patty mampu mengocok perut para penonton, dalam cerita ketiganya berusaha mencari harta karun di dalam hutan belantara. Tapi akhirnya yang ditemukan oleh mereka sebagai harta karunnya ternyata adalah sisi lain dari kemerdekaan Indonesia yang selama ini semakin terkikis oleh zaman.

Alur cerita yang memukau ini pun akhirnya ditutup dengan sebuah aksi teatrikal penuh makna sebagai simbol bersatunya kekuatan para veteran dan anak muda bangsa Indonesia untuk menjaga kemerdekaan Indonesia seutuhnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *