Sebagai Kearifan Lokal, Kadisbupar Kalteng Perkenalkan Alat Musik Kecapi di Konser Amal Covid-19
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kalimantan Tengah O(Kalteng) Guntur Talajan menjadi salah satu bintang tamu yang hadir di acara Konser Amal Covid-19 yang ditayangkan secara langsung EL JOHN TV pada minggu ketiga. Di acara yang digagas oleh Yayasan EL JOHN Indonesia ini, Guntur menunjukkan bakatnya di dunia tarik suara.
Penampilannya pun tak kalah dengan para musisi, apalagi bernyanyi menjadi hobi yang paling disukai Guntur. Di penampilannya ini, Guntur yang mengenakan pakaian adat dayak bersama tim membawakan lagu tentang Covid-19
Sebagai orang yang mengurusi pariwisata Kalteng, Guntur tak lupa untuk memperkenalkan kacapi kepada sahabat EL JOHN di acara ini. Kecapi merupakan alat musik tradisional dari Kalteng yang memiliki bentuk yang unik yaitu seperti burung enggang, hewan sakral bagi masyarakat Dayak. Alat musik petik berdawai dua jenis lut ini, biasanya dimainkan saat menyambut tamu kehormatan.
Selain dimainkan untuk menyambut tamu kehormatan, kecapi juga biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian seperti tari perang, dan nyanyian-nyanyian tradisional khas Kalimantan Tengah. Kecapi juga biasa dimainkan masyarakat di sana saat santai. Sambil mengisi waktu senggang, orang-orang di Kalimantan biasanya ber main alat musik yang sekilas mirip gitar ini.
“Ini yang dipegang, yang diperlihatkan pada malam ini, musik kecapi dayak Kalimantan Tengah. Dan ini satu-satunya alat komunikasi, alat promosi bagian dari pariwisata Kalimantan Tengah. Oleh sebab itu Gubernur kami Bapak Sugiato Sabran, sangat luar biasa memberikan dukungan, perhatian kepada pelaku seni dan budaya Kalimantan Tengah. Dalam suasana Covid ini, beliau kemarin memberikan bantuan sosial kepada pelaku seni dan budaya yang terdampak oleh Covid,” kata Guntur.
Kecapi Kalteng terbuat dari kayu ringan yang berasal dari pohon hanjalulung. Dawai atau senar kecapi ini menggunakan bahan dari kawat maupun benang nilon. Dahulu, dawai-dawai untuk kecapi ini dibuat menggunakan rotan atau kulit kayu karena lebih tahan lama, kuat, dan memiliki suara yang khas.
Guntur mengatakan, pertunjukan seni dan budaya tidak hanya sebatas hiburan semata, namun pertunjukan itu dapat dijadikan pesan moral bagi masyarakat yang tengah tertimpa musibah, seperti yang terjadi saat ini, yakni pandemi Covid-19.
“Kami Kalimantan Tengah tetap berupaya untuk memutus mata rantai ini melalui seni dan budaya. Menyadarkan masyarakat agar sehat, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan air mengalir, kemudian tidak boleh di tempat-tempat yang bekerumun dan bergerombol. Ini yang dilakukan pelaku seni dan budaya Kalimantan Tengah saat ini, dan tentu ini bagian dari upaya kita untuk menjaga NKRI dan kita semakin sehat dan kuat,” ujar Guntur
Oleh sebab itu Gubernur kami Bapak Sugianto Sabran, sangat luar biasa memberikan dukungan, perhatian kepada pelaku seni dan budaya Kalimantan Tengah. Dalam suasana Covid ini, beliau kemarin memberikan bantuan sosial kepada pelaku seni dan budaya yang terdampak oleh Covid,” tambanya.
