Sentuhan Joyce Tirtokusumo Bikin Landscape Permata Hijau Suites Menjadi Urban Resort Life

Pernahkan Anda datang ke sebuah resort untuk menikmati liburan yang menyenangkan, lalu saat pulang ke rumah beberapa hari kemudian Anda merasa kangen ingin kembali lagi ke resort itu? Suasana yang disuguhkan oleh resort ini berkaitan dengan landscape. Seorang pelaku bisnis landscape, Joyce Tirtokusumo, menjabarkan tentang landscape kepada Youtuber properti, Ruby Herman dalam program Indonesia Investment Forum yang ditayangkan EL JOHN TV.
“Landscape itu sebenarnya bagian dari ilmu arsitektur dimana salah satunya adalah berusaha untuk meng-copy, betapapun nggak mungkin. Jadi ilmu yang berusaha untuk meng-copy alam bagaimana menghadirkan suasana alam itu di dalam sebuah site secara arsitektur. Kita akan bergerak dengan elemen-elemen ruang luar. Esensi landscape adalah seperti itu. Dimana desain yang dilakukan yaitu berusaha membuat suatu interaksi terhadap lingkungan di sekitarnya, apartemen dalam hal ini, sehingga itu menjadi suatu bagian yang menyatu.” kata Joyce.
Arsitek landscape yang menggawangi Lawang Ijo ini memasukkan Permata Hijau Suites ke dalam portofolionya. Suasana di apartemen Permata Hijau Suites telah mendapat sentuhan tangan lembut Joyce bersama tim Lawang Ijo. Saat pertama mendapat tawaran untuk mengerjakan proyek Permata Hijau Suite ini, Joyce telah melihat bahwa urban resort life sudah ada dari keseluruhan desain apartemen yang memiliki city view terbaik ini.
“Yang paling menonjol pertama kali dilihat adalah view. City view ini memang sudah given-lah dari PHS ini. Nggak bisa di-copy paste. Dari situlah diolah. Dari pertama urban resort life memang menjadi jiwa dari keseluruhan desain yang ada di sini.” ucap Joyce saat menceritakan pengalamannya pertama kali mendapat tawaran untuk mengerjakan Permata Hijau Suites.
Anda bisa bayangkan jika tinggal di apartemen dengan nuansa yang sama seperti sedang berada di sebuah resort. Anda pulang ke rumah dengan lingkungan yang menenangkan dan recharge energi bahkan saat Anda baru berada di lobi. Kemudian, Anda masuk ke dalam unit dimana ambience-nya unik dan membawa inspirasi baru. Pengalaman seperti ini yang akan Anda nikmati sehari-hari. Anda akan merasa refresh tanpa harus bergerak ke manapun.
“Hari gini semuanya berdasarkan story. Untuk landscape di sini konsep story-nya adalah ketika orang pulang dari aktivitas hari-hari apapun itu betul-betul bisa mendapatkan suasana yang tadi. Recharging environment, inspiring ambience, dan refreshing without moving. Ini terjadi sudah dari sekian tahun yang lalu. Sudah diprediksi dari berapa tahun lalu.
Jadi kebutuhan orang akan kayak gitu. Ketika orang masuk ke dalam huniannya udah nggak usah ke mana-mana lagi. Diciptakan suasana yang homy lalu tadi urban resort life, dan all-in facilities. Sehingga terjadilah penggalian ide-ide secara intensif. Apa sih yang bisa diberikan di Permata Hijau Suites ini sehingga timbul apa yang dinamakan konsep 45++. Anak-anak, remaja maupun dewasa. Dari kondisi single, double, sampai family /semua harus terakomodir.” ujar Joyce saat menggambarkan konsep story yang sudah dirintis oleh Permata Hijau Suites sejak lama.
Joyce juga menambahkan bahwa hal-hal kecil sangat diperhatikan. Semua sistem level di Permata Hijau Suite harus direm dengan sistem rem yang bagus. Kalau ada anak kecil yang harus pakai stroller bisa dengan nyaman digunakan di Permata Hijau Suite. Begitu pula dengan orangtua yang menggunakan wheelchair bisa aman dan nyaman selama berada di area Permata Hijau Suite ini. Standarnya harus ada bukan hanya sekadar jenis-jenis fasilitas dan level usia.
Menurut Joyce, landscape sangat penting dalam properti. Meskipun hanya dikerjakan oleh single team. Tidak hanya tentang jenis landscape apakah itu Japanese garden atau tropical landscape, tetapi harus memperhatikan juga ambience-nya.
Di Permata Suite dengan all-in facilities itu semua ambience-nya harus masuk sebagai karakter landscape itu sendiri dimana ini adalah copy paste dari alam. Dimulai dari mountain, turun ke forest dimana semua tanamannya itu berstrata, rimbun, dan padat. Lalu, turun lagi ke river dan lake. Kemudian bermuara ke laut dan kembali lagi ke forest. Bentuk siklus alam seperti ini yang mencoba dihadirkan di dalam hunian Permata Hijau Suite.
Berhubungan dengan landscape tadi, masing-masing menciptakan satu prototype tanaman tertentu. Semua ada di hunian tengah kota ini. Ada pakis, palem, kelapa, pasir dan lain-lain yang sesuai dengan apa yang sering kita lihat di alam.
“Ada pengalaman ruang yang dirasakan di sini. Untuk five sense manusia.” ucap Joyce saat menjabarkan tentang copy paste landscape seperti apa yang ada di Permata Hijau Suite.
Joyce melakukan kolaborasi bersama arsitek, Genius Loci, dan tim lainnya. Tim yang mengerjakan Permata Hijau Suite ini solid dengan proses yang sangat intensif. Setiap elemen yang dikerjakan oleh satu disiplin ilmu harus bisa dinilai oleh bidang ilmu yang lain. “Semuanya bringing outside to inside. Jadi semuanya harus saling berkolerasi.
Kolaborasi yang dilakukan Joyce bersama tim lain sangat nyaman dijalankan, penuh kedisiplinan, dan selalu berkoordinasi. Joyce mengingat betapa sangat tidak mudah menciptakan suatu kondisi yang betul-betul sempurna di Permata Hijau Suite tetapi dengan koordinasi dan effort yang ada. Menurut Joyce, ini sudah sangat optimal.
