Seven Eleven Tumbang, Modern Internasional Kembali ke Bisnis Lama

0
seveb eleven

Awal Juli 2017,  PT Modern Internasional Tbk (MDRN) resmi menghentikan operasi gerai Seven Eleven di seluruh Indonesia. Kehadiran bisnis café dan minimarket yang dikelolah PT Modern Sevel Indonesia (MSI) hanya mampu bertahan hidup selama sembilan tahun. Penghentian seluruh kegiatan gerai Seven Eleven itu disebabkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh Perseroan untuk menunjang kegiatan operasional gerai.  Selain itu, penutupan gerai juga akibat  dari batalnya  akuisisi PT Pokphand Restu Indonesia, anak usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terhadap   7-eleven.
Setelah tutupnya semua gerai sevel, manajemen Modern Internasional mendatangi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kedatangan MDRN disambut oleh ‎dua direksi bursa, yakni Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat ‎dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya. Samsul menyatakan, setelah tidak lagi menjalankan bisnis sevel, manajemen MDRN akan fokus kembali ke bisnis digital dan alat kesehatan (alkes) yang selama ini pernah digeluti.

“Mereka masih punya bisnis selama ini, dia akan fokus pada bisnis utama mereka yaitu bisnis digital, satu lagi alkes disitu. Jadi sebenarnya pendapatan perusahaan masih ada,” kata Samsul, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Samsul mengatakan pihak Modern Internasional mengakui harus ada pengaturan ulang jika ingin Sevel Eleven beroperasi lagi. Namun untuk saat ini, Modern Internasional ingin memfokuskan bisnis lainnya, serta mencari lini bisnis yang baru.

Untuk bisnis baru yang akan digarap Modern Internasional, Samsul enggan memberitahu. Menurut Samsul yang pasti mereka mau balik ke bisnis utama lagi.

“Dia belum ada rencana yang lain. Ya artinya kalau rencana bisnis baru nanti mungkin ada. Cuma kan mereka enggak bisa sebutkan sekarang, enggak tahu bagaimana nanti. Yang pasti bisnisnya mereka bukan hanya ini, mereka akan balik ke bisnis utama lagi,” sebut Samsul.

Adapun bisnis barunya, lanjut Samsul, mereka akan menjalankan paparan publik atau public expose (PE) dalam waktu dekat.

“Mereka jelasin tentang usaha perusahaan. Mereka mau public expose minggu depan. Dia mau publik expose secepatnya,” tutup Samsul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *