Solo Akan Jadikan Pasar Tradisional Menjadi Destinasi Wisata
Solo menunjukan eksitensinya sebagai daerah wisata yang patut untuk dikunjungi. Dari wisata alam hingga budaya terus dikembangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Selain, Pemkot Solo juga sedang mengembangkan pasar-pasar teradisional untuk menjadi salah satu destinasi wisata. Apalagi tidak lama lagi akan digelar Festival Ragam Pasar Tradisional, yang dapat dijadikan momentum agar pasar-pasar tradisional di Solo dapat sebagai destinasi wisata.
Festival Ragam Pasar Tradisional akan digelar di Benteng Vastenburg pada hari Kamis, 21 September 2017 dan hari Minggu, 24 September 2017. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Solo, Daryono mengatakan, pasar tradisional memiliki keunikan sendiri untuk menarik wisatawan. Keunikan inilah yang harus dilestarikan dan dipertahankan agar minat wisatawan untuk datang ke pasar tradisional tidak hilang. .
“Selain keunikan juga bangunan pasar yang memiliki sejarah, serta konten atau barang yang diperdagangkan. Keunikan dan orisinal barang yang dijual di pasar tradisional tersebut yang bisa menarik wisatawan,” ujar Daryono kepada wartawan di Solo, Rabu, 13 September 2017.
Pasar-pasar tradisional di Solo yang memiliki keunikan diantaranya Pasar Gede. Pasar yang terletak di pusat kota ini menjadi ikon kota Solo karena memiliki karakteristik pada kuliner. Sedangkan Pasar Klewer yang juga menjadi ikon, mempunyai karakteristik barang yang dijual adalah sandang.
“Kota Solo ini memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan melalui perpaduan antara flower, fashion, dan food. Yakni melalui Pasar Kembang yang memiliki karakteristik bunga sebagai barang dagangan, selain itu Pasar Klewer yang memiliki karakteristik fashion dan Pasar Gede dengan karakteristik makanan sebagai barang yang dijual,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo, menambahkan tema yang diangkat dalam festival tersebut adalah Kumandange Pasar Tradisional. Sebanyak 44 pasar tradisional di Kota Solo akan turut memeriahkan festival tersebut.
“Pasar tradisional menampilkan keunikan yang bisa menjadi branding dari pasar tersebut. Ada 140 stan pasar tradisional dalam festival tersebut,” ucap dia.
Subagiyo menambahkan, selain sebagai ajang promosi wisata, Festival Ragam Pasar Tradisional juga sebagai upaya menghilangkan image negatif pasar tradisional dan sebagai sarana untuk mengenalkan kembali pasar tradisional.
