Sri Mulyani: Ekonomi Global Sedang Tidak Pasti
Ekonomi politik global yang cenderung mengarah kepada ketidakpastian setelah dikeluarkannya kebijakan proteksionisme AS dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. menjadi perhatian serius Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memintah Pemerintah dan seluruh seluruh stakeholder perekonomian untuk waspada atas perkembangan ekonomi politik global tersebut.
“Kalau tidak ada kesepakatan, tidak ada kepastian arah kebijakan dunia, maka akan timbul uncertainty yang baru, tidak hanya G20, negara-negara di dunia juga akan dihadapkan pada ketidakpastian,” kata Sri Mulyani seperti dikutip kemenkeu.go.id,
Berbeda dengan pertemuan G20 sebelumnya di Hangzhou dimana kebijakan perdagangan internasional disepakati tidak ada kebijakan protektif.
“Pada pertemuan G20 sebelumnya di Hangzou disepakati bahwa setiap negara harus berupaya untuk tidak melakukan langkah-langkah yang menciptakan halangan atau hambatan munculnya confidence, termasuk kebijakan protektif baik dari sisi perdagangan maupun investasi,” ujarnya.
Ia menyesalkan adanya kemunduran dengan tidak adanya kesepakatan pada pertemuan G20 kali ini. “Definisi fair (trade) dari Amerika adalah sesuai dengan kebutuhan Amerika sendiri yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan internasional. Ini yang menyebabkan tidak muncul kesepakatan dan komitmen kuat dari negara-negara G20. Ini merupakan pandangan yang dianggap setback dari G20 dan Indonesia harus mewaspadai perkembangan yang terjadi,” sesalnya.
Namun demikian, Menkeu berharap di pertemuan Hamburg bulan Juli 2017 mendatang di level Presiden, para pimpinan negara akan lebih sepakat dibanding pertemuan di level Menkeu dan Gubernur Bank Sentral.
