Suasana Duka Menyelimuti Kedatangan Jenazah Ibu Ani Yudhoyono di Tanah Air
Dengan menggunakan pesawat Hercules A-1314, Jenazah Ani Yudhoyono tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (1/6/2019) sekitar pukul 22.08 WIB. Pesawat milik TNI AU tersebut membawa jenazah dan keluarga SBY dari Pangkalan AU Singapura. Suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah.
Sejumlah pejabat negara terlihat menyambut kedatangan jenazah mantan Ibu Negara itu, diantaranya Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, EE Mangindaan serta mantan Menteri di dua periode Pemerintahan SBY. Tak ketinggalan sejumlah politikus Partai Demokrat juga ikut menyambut kedatangan jenazah.
Sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Cikeas, Bogor, dilakukan proses penyerahan jenazah secara militer oleh pasukan TNI. Prosesi penyerahan tidak berlangsung lama, dan setelah dimasukan ke dalam mobil ambulance, jenazah diberangkatkan ke rumah duka bersama keluarga.
Di rumah duka, sudah banyak pelayat yang menunggu kedatangan jenazah, termasuk Presiden Jokowi dan Presiden ke tiga BJ Habibie. Para pelayat yang datang juga berasal dari pejabat negara, tokoh nasional, politkus dari berbagai partai dan sana saudara SBY maupun Ibu Ani.
Saat tiba di rumah duka, Jenazah langsung dimasukan ke dalam untuk disemayamkan. Kedua putra Ibu Ani yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono tampak mengangkat peti jenazah ke tempat persemayaman. Agus dan Edhie tak dapat menahan kesedihannya saat mengangkat peti jenazah.
Rencananya Minggu besok (2/6/2019), jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan. Proses pemakaman akan dilakukan secara militer.
Seperti diketahui Ibu Ani tutup usia meninggal dunia di Rumah Sakit National University Hospital (NUH) Singapura, Sabtu (1/6/2019) pada pukul 11.50 waktu setempat.
Ibu Negara Republik Indonesia 2004-2014 itu, sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di NUH Singapura sejak 2 Februari 2019, karena penyakit kanker darah atau leukimea.
