Sulistiyono Apresiasi Keinginan Presiden Ajak Etnis Tionghoa Jadi Bagian Pemerintah

0
AGG_9250-01-1024x552 (1)

 

Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020 G. Sulistiyanto mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah hadir dalam perayaan Imlek Nasional yang dilangsungkan di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis, (30/1/2020).  Apresiasi Presiden pada acara Perayaan Imlek Nasional tahun ini, dapat menambah motivasi bagi keturunan Tionghoa untuk bergandengan tangan dengan suku lainnya membangun Indonesia ke depan, apalagi ada keinginan Presiden untuk memberikan kemudahan bagi etnis Tionghoa.

“Secara umum pak Presiden menyatakan puas dengan penyelenggaraan Imlek Nasional 2020 dan beliau berharap bisa terus dilanjutkan hal-hal seperti ini di mana keanekaragaman, kemudian pak Presiden juga baru mengetahui bahwa presiden sebelum-sebelumnya sudah mengeluarkan keputusan presiden yang membantu dalam hal kemudahan etnis Tionghoa,” kata Sulistiyo usai acara Perayaan Imlek Nasional.

Sulistiyo mengatakan, masyarakat keturunan Tionghoa harus memiliki semangat yang tinggi dalam membantu Pemerintah. Tak hanya sekedar menjadi mitra, namun dapat menjadi bagian dari Pemerintah. Hal itulah yang diinginkan Presiden Jokowi agar masyarakat keturunan Tionghoa dapat  menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Beliau sedang berpikir juga kira kira nanti dalam pemerintahan beliau yang bisa memberikan manfaat yang baik untuk etnis ini karena, seperti yang saya sampaikan dalam pidato saya. Selama ini etnis Tionghoa hanya di konotasikan hanya berkiprah dibidang bisnis tapi kenyataannya, banyak profesi lain yang diisi oleh etnis Tionghoa. Seperti, polisi, TNI, aparatur sipil negara itu sudah banyak dari etnis Tionghoa yang mengisinya,” ujar Sulistiyo.

Sementara itu terkait perayaan Imlek ini, Sulistiyo menekankan bahwa perayaan Imle, tidak hanya semata-mata untuk masyarakat keturunan Tionghoa, namun ini adalah perayaan budaya yang dapat dinikmati oleh beragam etnis.

“Ini kan sebenarnya hanya peristiwa budaya. Memang ada dari agama agam tertentu memiliki ritual dari agama tersebut yang mengacu pada imlek ini. Namun tidak membatasi untuk agama lain ikut juga merayakan atau ikut membuat ritual yang refresnisnya dari imlek. Seperti contoh yang saya sampaikan di gereja misalnya, gereja katholik mengadakan misa mengunakan kebudayaan imlek sebagai kebudayaan. Penyajian didalam misa itu memasukkan barongsai misalnya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *