Sulut Bidik Wisatawan Korsel Melalui Penerbangan Manado-Davao

0
images (6)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berharap penerbangan langsung Manado-Davao, Filipina atau sebaliknya, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Korea Selatan (Korsel) ke Sulut. Penerbangan rute ini, akan dilakukan Garuda Indoneska dan penerbangan perdananya dilaksanakan pada, Jumat, 27 September dengan menggunakan pesawa tipe ATR 72.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sulut Daniel Mewengkang mengatakan, Filipina merupakan negara yang banyak dikunjungi wisatawan Korsel. Data yang diperoleh Dispar, sebanyak 1 juta wisatawan dari negeri gingseng itu mengunjungi Filipina setiap tahunnya.

Menurut Daniel kondisi ini harus dimanfaatkan, pasalnya Manado dan Filipina memliki kultur alam yang tak jauh berbeda. Selain itu, penerbangan ini juga akan memudahkan wisatawan Korsel mendatangi Manado.

Untuk diketahui Wisman dari negara itu, harus terbang ke Jakarta atau Singapura terlebih dahulu untuk pergi ke Manado.

“Dari korea, dari Seoul ke Jakarta berapa jam itu sekitar 5 jam, terus ke Manado 3 jam lagi. Sekarang dia cuma 4 jam sampai Filipina, tambah ke Sulut dua jam, jadi cuma 6 jam perjalanannya. Air fare-nya juga jadi lebih murah, katanya sekitar US$150 per orang untuk bolak balik,” kata Daniel, Senin (26/8/2019).

Untuk biaya perjalanan dari Davao ke Manado akan diberikan kepada wisatawan Korsel lebih murah. Saat ini tinggal menunggu kesepakatan secara teknis dari Filipina. Secara umum, menurutnya maskapai pelat merah itu hampir pasti menerbangi rute baru ini.

“Kalau dia [Filipina] sudah setuju tanggal [27 September], maka dia akan masuk ring empat, yaitu tahapan untuk menyatakan ini oke. Pada tahap ini kami sudah oke, tinggal tahap empat harus tanya dulu ke Davao, kesiapannya seperti apa,” ujarnya

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Sulut bekerja sama dengan Garuda Indonesia untuk membuat paket pariwisata baru dengan adanya rute penerbangan ini. Paket itu diharapkan dapat memaksimalkan potensi wisata setiap kabupaten dan kota di Sulut.

Sejauh ini, wisman yang datang ke Sulut hanya difokuskan ke beberapa daerah tertentu, khususnya Manado. Padahal, menurutnya, 14 kabupaten dan kota lainnya juga memiliki potensi besar. Dia menegaskan, Pemprov akan berkoordinasi dengan Pemda untuk memaksimalkan potensi setiap kabupaten dan kota.

“Masing-masing kabupaten kota punya kekhususan dan bisa dijual. Dalam APBD [Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah] 2020 kalau bisa 15 kabupaten kota yang punya kegiatan pariwisata bisa dibantu, melalui koordinasi,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *