SYL Dikukuhkan Sebagai Ketua IKA Lemhanas Sulsel

0
2018-03-17-PHOTO-00005884

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Pusat Jenderal TNI (Hon) (Purnawirawan) Agum Gumelar hadir melakukan pelantikan pengurus pada Pengukuhan dan Pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Komisariat Provinsi Sulawesi Selatan Masa Bakti 2018-2023 di Gedung Kantor Pelindo IV Makassar, Sabtu (16/3).

Pada acara ini juga hadir Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Agus Widjojo.

Agum Gumelar melantik dan mengukuhkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Komisariat Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, untuk Wakil Ketua dijabat oleh Husni Tanra, Sekretaris dijabat Abdul Madjid Sallatu, untuk Bendahara dijabat oleh Ketua DPRD Provinsi Sulsel HM Roem.

Dalam sambutanya, Agum mengatakan, acara ini sudah lama direncanakan dan akhirnya terlaksana. Selain itu, Ia mengucapkan selamat hari jadi (HUT) ke-63 kepada SYL, Ia mengatakan SYL adalah sosok yang sama yang telah lama dikenalnya.

“Saya pernah Pangdam dua tahun disini, waktu Pak SYL jadi bupati di Gowa, tidak ada yang berubah. Jiwa semangatnya tidak berubah. Di Sulsel mungkin jiwa nasionalismenya paling tinggi,” sebut Agum.

Ia meminta SYL sebagai ketua, menerima jabatan sebagai sebuah kepercayaan dan kehormatan untuk mentekadkan dalam hati tidak mengecewakan atas kepercayaan yang telah diberikan. Ini karena IKA Lemhanas ini adalah kumpulan dari para pemikir handal.

Gubernur Lemhanas Agus Widjojo, turut mengucapkan selamat, bahwa IKAL ini merupakan rumah baru bagi para alumni Lemhanas. Suksesnya lembaga pendidikan juga karena adanya peranan dari para alumni.

Ia berharap agar alumni Lemhanas memiliki kualitas seperti SYL, yang telah memberikan contoh ketika menjadi tokoh atau pejabat publik, terutama perbaikan dan peningkatan dari berbagai aspek pembangunan di Sulsel.

Sementara itu, SYL dalam sambutannya usai dilantik, menekankan pentingnya bangsa Indonesia berbicara terkait dan menguatkan semangat kebangsaan.

“Kita harus bicara serius tentang kebangsaan. Segala sesuatu harus tegak lurus dalam kebangsaan,” sebut Syahrul YL.

Bagi SYL, IKAL menjadi kekuatan inti dari bangsa ini. Mengapa ini penting, karena banyak elit politik pejabat dan pejabat, tetapi tidak menjadikan nilai kebangsaan sebagai yang utama. Justru mendahulukan partai dan keluarga.

“Padahal kalau menjadi elit bangsa yang menjadi pertama itu, primus inter paresnya, adalah bangsa dan negara yang utama,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung dalam sambutan selamat datangnya, berterima kasih atas dipilihnya Pelindo sebagai tuan rumah penyelenggaraan pelantikan, sekaligus untuk dialog kebangsaan.

Abdul Madjid Sallatu selaku ketua panitia pengukuhan dan pelantikan pengurus IKAL Sulsel dan dialog kebangsaan, menyebutkan sebagian besar anggota banyak yang bekarir di luar Sulsel dan bersedia datang untuk pelantikan.

Alumni IKA Lemhanas Sulsel didominasi oleh masyarakat sipil. Alumni yang hadir pada pelantikan dan dialog adalah merupakan kebanyakan peserta dari kursus reguler dan kursus singkat, alumni IKAL Sulsel saat ini berjumlah 200 orang lebih.

Sementara untuk acara Dialog Kebangsaan Nasional dengan tema mengangkat tema “Kepentingan Nasional dan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI)” dimana akademisi Zainal Arifin Mochtar dari Universitas Gadjah Mada tampil menjadi pembicara kunci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *