Tahun 2019, Robot UAD ‘Panen’ Juara

0
robot uad

Robot Development Community (RDC) membawahi 5 tim robot di bawah naungan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2019 panen juara.

“Dari 5 tim, 4 tim yang diikutkan kontes meraih banyak juara,” ujar Nuryono Satya Widodo ST MEng (Ketua RDC-UAD) di kampus 1, Jalan Kapas, Semaki, Senin (27/05/2019).

Disebutkan dosen Teknik Elektro UAD, keempat tim itu, pertama, Tim Robot Fire-X (robot sepak bola beroda) dalam Kontes Robot Indonesia berhasil meraih Juara Harapan tingkat regional lolos tingkat nasional. Kedua, Tim Robot Al-Jazari juara Harapan dalam Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Regional III-2019 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Ketiga, Tim Robot Lanange Jagad dalam Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) berupa robot Tari Jaipong meraih juara 2 tingkat regional lolos tingkat nasional. Keempat, Tim Robot-Scuad dalam Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid meraih juara 1, Juara Favorit Terbaik, Juara Desain Terbaik tingkat regional di Unsoed dan lolos tingkat nasional di Universitas Dian Nuswantoro.

“Satu Tim Robot Sagotra-UAD spesifik menggarap robot legenda dan tradisi belum diikutsertakan,” ujar Nuryono.

Didamingi Danang Sukantar MPd (Kabid Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa-UAD), Riky Dwi Puriyanto ST MEng (Pembina Tim Robot Fire-X), Nuryono menyebutkan, tim robot memang memiliki spesifikasi dari robot pemadam api, robot sepak bola, robot tari, robot beroda maupun yang menyerupai manusia diturunkan sesuai kontes yang ada. “Tim robot sudah berprestasi dari regional, nasional maupun internasional. Khusus internasional kontes di Taiwan dan Korea Selatan,” ucapnya. Robot Development Community berdiri sejak tahun 2008, sudah meraih banyak penghargaan.

Danang Sukantar menyebutkan, Bimawa UAD telah memberi dukungan untuk pengembangan dan inovasi robot. “RDC-UAD dialokasikan dana pertahun Rp 500 juta, tahun ini sampai Rp 630 juta,” ucapnya.

Ditegaskan Danang, RDC-UAD terus melakukan inovasi tidak hanya menjelang kontes tingkat regional, nasional maupun internasional. “RDC-UAD terus melakukan inovasi, dikembangkan sesuai tuntutan teknologi serta Program Kreativitas Mahasiswa,” tuturnya. Adabnya tim robot sebenarnya juga untuk eksistebsi prodi Teknik Elektro-UAD juga pengembangan prodi lain yang membutuhkab media robot.

Ditambahkan Nuryono, robot yang berhasil diciptakan juga dijadikan karya ilmiah ditulis di jurnal ilmiah internasional yang terindeks Scopus. “Animo mahasiswa UAD cukup besar untuk mendalami robot. Apalagi tim-tim sering menang. Anggota dan tim inti memang selektif menerima anggota baru untuk regenerasi,” tambah Riky Dwi Puriyanto.

Syahid Al Irfan dari Tim R-Scuad mengaku senang bergabung dalam tim robot. “Banyak manfaat yang diperoleh, baik ilmu dan pengalaman ikut kontes robot tingkat regional, nasional maupun internasional,” katanya. Kalau meraih juara itu sebenarnya bonus dari kerja keras tim dan pembina melakukan inovasi robot. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *