Taman Nasional Komodo Terima Bantuan Kapal Dari Kementerian PUPR
Kawasan wisata Komodo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan berupa kapal pengangkut air dari Kementerian PUPR. Informasi mengenai bantuan ini disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan, Senin, 28 Mei 2018.
Budi mengatakan batuan ini diterima di Labuan Bajo, Manggarai Barat dan akan digunakan untuk tahun ini. “Bantuan satu unit kapal dari Kementerian PUPR ini sudah dianggarkan untuk realisasi di tahun 2018 ini,” kata Budi.
Budi menjelaskan kapal tersebut akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barai untuk kebutuhan pariwisata maupun masyarakat setempat.
Kapal ini nantinya akan disiagakan untuk mengangkut air dari Kota Labuan Bajo ke kawasan wisata Komodo. Selain itu, kapal ini juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang ada di pulau-pulau kecil. Dikhawatirkan pada musim kemarau, kawasan di sekitar wisata Komodo rawan akan kekurangan air bersih.
“Jadi nanti mungkin kapal ini untuk antisipasi kebutuhan air ketika jumlah kunjungan meningkat di musim kemarau,” kata Budi.
Sumber air yang terdapat di dalam kawasan menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Meski kapal tersebut dapat memudahkan untuk mengangkut air bersih, pemerintah setempat tidak tinggal diam untuk mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan.Hal itu dibuktikan pemerintah dengan bekerja sama dengan Kementerian PUPR membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di dua lokasi, yakni Loh Buaya Pulau Rinca dan Loh Liang Pulau Komodo.
Pembangunan SPAM akan dimulai jika sudah ada realisasi lelang yang diselengagarakan di Jakarta pada tahun ini.
Budi menambahkan pembangunan infrastruktur air baku menjadi fokus penting pengembangan Kawasan Wisata Komodo guna meningkatkan kualitas dan keberlanjutan penyediaan air untuk kebutuhan wisatawan.
“Karena memang air merupakan aspek penting dan utama dalam amenitas pendukung pariwisata, sehingga kami tetap fokus apalagi untuk destinasi wisata komodo yang sudah mendunia,” katanya.
