Tanam Mangrove, Intania Putri Mardiyani: Muara Gembong Perlu Kita Jaga

Putri Bumi Indonesia Energi Hijau 2023, Intania Putri Mardiyani, melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (6/6/2023). Kegiatan ini merupakan program Abang Mpok yang baru terlaksana tahun ini sebagai upaya untuk mencegah abrasi di wilayah tersebut.
Perempuan yang akrab disapa Tane ini menjelaskan, di sekitar utara dan barat Muara Gembong sudah banyak yang terkena abrasi, sehingga pada malam hari air akan pasang dan menyebabkan daerah tersebut menjadi tenggelam. Rumah warga banyak yang sudah tidak ditempati bahkan tidak dijual.
Tane menjelaskan, kampung yang ia datangi untuk menanam mangrove, yaitu Kampung Beting ada sekitar 1.800 hektar wilayah di Pantai Bahagia kemudian ada sekitar 3.300 hektar penambahan permukaan daratan akibat abrasi.
“Jadi memang krusial banget, benar-benar miris sama Muara Gembong karena banyak banget spesies primata yang memang dilindungi, salah satunya adalah lutung Jawa. Selain itu, di sana juga banyak spesies tanaman liar maupun yang vegetasinya kayak mangrove. Banyak banget spesies yang harus kita jaga, kita lindungi biar dapat mencegah dan memperlambat adanya abrasi,” jelas Tane saat dihubungi oleh tim El John Media.

Selain mencegah abrasi, Tane juga ingin memperkenalkan pariwisata yang ada di Kabupaten Bekasi, khususnya di Muara Gembong.
“Mungkin orang tidak banyak tahu kalau di Kabupaten Bekasi punya tempat wisata alam, wisata edukasi, pemeliharaan alam dan sekitarnya, hingga pengenalan spesies langka,” kata Putri Binaan Yayasan El John Indonesia ini.
Tane mengungkapkan bahwa untuk akses menuju ke Muara Gembong cukup jauh dari rumahnya. Butuh waktu satu jam untuk sampai ke kecamatannya, lalu butuh waktu 45 menit untuk sampai ke tempat penanaman mangrove dikarenakan kondisi jalan yang rusak.

Tidak hanya melakukan penanaman mangrove, Tane juga menyusuri sungai Citarum dengan menggunakan perahu kayu. Ia bercerita bahwa di tempat tersebut ia bertemu langsung dengan lutung Jawa, berbagai spesies burung langka, hingga nelayan yang memproduksi ikan segar sebagai mata pencarian penduduk di daerah tersebut.
“Aku speechless banget, walaupun rumah mereka tenggelam dan dialirin lumpur karena abrasi pantai, tapi mereka tetap berjuang meningkatkan perekonomian di sektor mereka. Di sisi lain aku juga beryukur bisa mendapat momen itu,” tutur Tane.
Perempuan kelahiran 12 Maret 2000 ini mengatakan bahwa sepanjang perjalanan ke Muara Gembong, ia melihat setiap rumah memiliki banyak pohon mangga yang ditanam dan juga dijadikan sebagai mata pencarian.

“Karena memang tanahnya subur, jadi banyak banget tanaman-tanaman yang di produksi, seperti mangga, jambu, beberapa kecapi yang memang di produksi juga dari sana. Ada satu hal yang lebih seru lagi, yaitu mangrove yang ada di sana dijadikan camilan, salah satunya ada dodol mangrove yang rasanya asam manis. Kalau itu dari buah Pedada, salah satu tanaman mangrove yang juga sebagai makanan lutung Jawa dan punya cita rasa asam,” jelas Tane.
Selain itu, tanaman mangrove juga dapat diolah menjadi jus, sirup, keripik, hingga stik dari batang muda mangrove.
